Berita

barack obama/net

Dunia

Obama: Kalau Diplomasi Suriah Gagal, AS Siap Bertindak

MINGGU, 15 SEPTEMBER 2013 | 15:57 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama menyambut baik kesepakatan yang dicapai antara AS dan Rusia soal dugaan senjata kimia di Suriah. Kesepakatan yang dicapai kedua negara ini adalah sebuah kerangka kerja yang bertujuan untuk memusnahkan senjata kimia Suriah.

Namun begitu, Obama tetap menekankan bahwa masih banyak hal yang harus dilakukan. Ia mengatakan, AS akan terus bekerja sama dengan sekutunya dan Rusia untuk memastikan proses ini bisa diverifikasi, bahwa akan ada konsekuensi andaikata Presiden Suriah Bashar al Assad tidak patuh pada kerangka kerja ini.

"Jika diplomasi gagal, Amerika tetap siap untuk mengambil tindakan," ujar presiden kulit hitam pertama AS ini sebagaimana dikutip Voanews (Minggu, 15/9).


"Inisiatif yang dipimpin Rusia bagi pemecahan diplomatis tidak boleh menjadi taktik untuk menunda-nunda," tandasnya.

Pemerintah AS telah menuduh bahwa pemerintah Suriah di bawah rezim Bashar al Assad melakukan serangan dengan senjata kimia pada 21 Agustus, yang dilaporkan menewaskan lebih dari 1.400 warga sipil. Menanggapi laopran dari intelejen AS itu, Obama segera mendesak adanya tindakan militer terhadap pemerintah Suriah, tetapi untuk sementara ini ia menundanya dan memilih mengusahakan jalur diplomatik. [ian]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Permintaan Chip AI Dongkrak Saham Intel hingga 24 Persen

Sabtu, 25 April 2026 | 12:18

Apa Itu UNCLOS? Dasar Hukum Jadi Acuan Indonesia di Selat Malaka

Sabtu, 25 April 2026 | 12:03

Purbaya Siap Geser hingga Non-Job Pegawai Pajak Bermasalah

Sabtu, 25 April 2026 | 12:02

Jalan Mulus Kevin Warsh ke Kursi The Fed, Dolar AS Langsung Terkoreksi

Sabtu, 25 April 2026 | 11:45

Subsidi Motor Listrik Disiapkan Lagi, Pemerintah Bidik 6 Juta Unit

Sabtu, 25 April 2026 | 11:16

IHSG Sepekan Anjlok 6,61 Persen, Kapitalisasi Pasar Menciut Jadi Rp12.736 Triliun

Sabtu, 25 April 2026 | 10:59

Rupiah Melemah, DPR Desak Pemerintah Jaga Daya Beli Rakyat

Sabtu, 25 April 2026 | 10:48

Wamen Ossy Gaspol Benahi Layanan Pertanahan: Target Tanpa Antrean dan Lebih Cepat

Sabtu, 25 April 2026 | 10:27

Ketergantungan pada Figur, Cermin Lemahnya Demokrasi Internal Parpol

Sabtu, 25 April 2026 | 10:02

Netanyahu Akui Sempat Jalani Terapi Kanker Secara Diam-diam

Sabtu, 25 April 2026 | 09:51

Selengkapnya