Berita

istimewa

Politik

Migran Hongkong: Bunda Megawati, Dengarlah Suara Anak-anakmu

MINGGU, 15 SEPTEMBER 2013 | 14:20 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Meski baru akan memulai unjuk rasa di KJRI Hongkong pada pukul 15.00 WIB, namun sejumlah buruh migran sudah tampak mempersiapkan bentangan spanduk yang akan ia bawa dalam aksi itu.

Uniknya, dalam aksi menuntut perbaikan pelayanan KJRI ini, sejumlah buruh migran turut membentangkan spanduk bertuliskan dukungan agar Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri mendengar suara mereka soal pencapresan.

Dikatakan Ketua Barisan Relawan Jokowi Presiden (Bara JP) Tri Sugito bahwa dalam aksi ini, para buruh migran membentangkan spanduk bertuliskan, “Bunda Megawati, dengarlah suara anak-anakmu". Ini merupakan bentuk aspirasi mereka agar Jokowi diusung sebagai capres dalam pemilu presiden 2014 nanti.


"Dalam aksi besar ini, kami Bara JP Hongkong, ikut dalam aksi perjuangan hak migran, sekaligus kami menyuarakan aspirasi pencapresan Jokowi," ujar Tri Sugito dalam rilis yang diterima redaksi sesaat lalu (Minggu, 15/9).

Didampingi Wakil Ketua Liana Citra, Tri Sugito menekankan perlunya rejim mendatang memperhatikan nasib migran. Tak guna berharap kepada rejim sekarang, karena pikiran mereka hanya bagaimana supaya jangan masuk penjara. Pengurus lain yang hadir, M. Laela Putri (Sekretaris) dan Nur Utami (Bendahara).

Mengenai isi spanduk Bara JP Hong Kong yang sangat sederhana, Tri Sugito dan Liana Citra menjelaskan, isi kata-kata spanduk itu tidak dibuat-buat dan biar sederhana saja. "Manakala kami berujar tentang suara rakyat, Ibu Megawati sudah mengerti," kata Tri Sugito.

Bara JP Hong Kong merasa tak perlu mengatakan banyak hal tentang cita-cita perubahan, karena semua itu sudah diketahui Megawati Soekarnoputri. Harapan migran, akan ada perbaikan melalui perubahan rezim.

“Migran itu penghasil devisa, diakui semua pihak. Namun manakala kami memperjuangkan hak, kok seperti tidak didengar, malah suara kami hilang begitu saja," kata Liana Citra.

Laela Putri mengatakan, pelayanan di KJRI luar biasa angkuh. Mereka seperti orang lain, seperti bukan bagian dari Indonesia. Menurut Nur Utami, Filipina berhasil mengeloal migran dengan baik, dan tidak memeras warga sendiri, berbeda dengan Indonesia. [ian]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Permintaan Chip AI Dongkrak Saham Intel hingga 24 Persen

Sabtu, 25 April 2026 | 12:18

Apa Itu UNCLOS? Dasar Hukum Jadi Acuan Indonesia di Selat Malaka

Sabtu, 25 April 2026 | 12:03

Purbaya Siap Geser hingga Non-Job Pegawai Pajak Bermasalah

Sabtu, 25 April 2026 | 12:02

Jalan Mulus Kevin Warsh ke Kursi The Fed, Dolar AS Langsung Terkoreksi

Sabtu, 25 April 2026 | 11:45

Subsidi Motor Listrik Disiapkan Lagi, Pemerintah Bidik 6 Juta Unit

Sabtu, 25 April 2026 | 11:16

IHSG Sepekan Anjlok 6,61 Persen, Kapitalisasi Pasar Menciut Jadi Rp12.736 Triliun

Sabtu, 25 April 2026 | 10:59

Rupiah Melemah, DPR Desak Pemerintah Jaga Daya Beli Rakyat

Sabtu, 25 April 2026 | 10:48

Wamen Ossy Gaspol Benahi Layanan Pertanahan: Target Tanpa Antrean dan Lebih Cepat

Sabtu, 25 April 2026 | 10:27

Ketergantungan pada Figur, Cermin Lemahnya Demokrasi Internal Parpol

Sabtu, 25 April 2026 | 10:02

Netanyahu Akui Sempat Jalani Terapi Kanker Secara Diam-diam

Sabtu, 25 April 2026 | 09:51

Selengkapnya