Berita

RAKERNAS PDI PERJUANGAN

Mengapa Popularitas Jokowi Masih Perlu Dipertanyakan

SABTU, 07 SEPTEMBER 2013 | 21:27 WIB | OLEH: ADE MULYANA

Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PDI Perjuangan yang sedang dihelat di Ancol, Jakarta, menarik untuk diamati. Ada semacam harap yang membuncah disana agar pimpinan tertinggi partai segera mengumumkan siapa yang akan dijagokan partai dalam pemilihan presiden tahun depan.

Orang-orang yang berharap ini seperti sudah kebelet, mengandaikan PDIP sungguh-sungguh telah berada di puncak prestasi. Bagi mereka, barangkali, popularitas Joko Widodo yang kini adalah Gubernur DKI Jakarta bagaikan senjata pamungkas yang sudah tak perlu diuji lagi. Tinggalkan ditembakan ke arah lawan, maka lawan seberapa banyak pun akan terkapar, dan kemenangan diraih dengan mudah dan seketika.

Tetapi di sisi lain, masih ada juga elit PDIP yang berusaha untuk tetap tenang menghadapi angin sepoi-sepoi yang memang bisa melenakan dan meninabobokan ini. Ketua DPP PDIP Effendi Simbolon, misalnya, menggarisbawahi kemungkinan ada pihak yang memanfaatkan Jokowi dan memompa popularitas mantan Walikota Solo itu menjadi seperti sekarang.


"Perlu diwaspadai kenapa pemberitaan tentang Jokowi begitu besar," ujar Effendi seperti dikutip dari Antara.

"Siapa yang bermain di balik itu (popularitas Jokowi). Apa dia jadi media darling disebabkan adanya kontrak atau ada design khusus yang dilakukan," tanya Effendi lagi.

Pertanyaan tajam Effendi Simbolon ini tentu bukan tanpa alasan. Kelihatannya Effendi Simbolon termasuk di antara segelintir elit PDIP yang khawatir cerita tentang popularitas Jokowi yang begitu tinggi akan mempengaruhi proses kaderisasi di tubuh partai itu, membuat anggota dan kader PDIP tersihir seakan-akan hanya ada Jokowi di PDIP.

Dari pernyataan-pernyataannya itu, Effendi tampak sekali ingin menjaga akal sehat, membuat semua warga partai banteng tetap mengedepankan rasionalitas. Bagaimanapun PDIP adalah sebuah organisasi politik yang arah dan kecepatannya ditentukan oleh elemen-elemen yang menjadi bagian dari sang organ, bukan ditentukan oleh orang per orang.

Membiarkan seorang individu dikultuskan sama artinya dengan menyederhanakan persoalan dan memandang remeh tantangan yang dihadapi PDIP. Bagaimanapun PDIP harus bisa menghadapi tantangan secara ril, dan itu membutuhkan kerja keras semua pihak. Bukan sekadar hasil gocekan invisible hand yang bermain di belakang keremangan, ibarat dalang yang memainkan wayang.

Dan tampaknya, Megawati Soekarnoputri sang ketua umum punya pikiran yang sama dengan Effendi Simbolon. Ketika membuka Rakernas kemarin, menyatakan dirinya tidak akan terpengaruhi oleh survei. Kelihatannya Megawati menyadari betul-betul bahwa bukan tidak mungkin survei berarti pula upaya merekayasa kesadaran publik.

Kini, di tengah gempita menanti siapa jago dari PDIP, kita perlu sama-sama menanti, kubu manakah yang memenangkan pertarungan di arena Rakernas? Kubu yang tergopoh-gopoh, atau kubu yang dengan tenang melihat permainan politik sebagai sebuah proses panjang yang membutuhkan kesabaran dan kesadaran. Dan yang paling penting, kerja keras semua elemen di tubuh partai. [dem]

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

Prabowo Diminta Tindak Tegas Kelompok yang Masih Persoalkan Hasil Pilpres 2024

Selasa, 22 September 2026 | 23:16

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Jadi Menperin, Sarmuji Tegaskan akan Lanjutkan Rintisan Agus Gumiwang

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:23

Mengenang Warisan Luhur Pesona Batik Tulungagung di Hari Batik Nasional

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:16

Ketua KPK Ucapkan Selamat kepada Kapolri Jenderal Suyudi, Dorong Sinergi Pemberantasan Korupsi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:10

MUI: Jangan Sampai Konser “Till The Whole World Knows” Jadi Sarana Propaganda Zionisme

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:10

BEI Awasi Pergerakan Tiga Saham yang Masuk Radar UMA

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:49

KPK Ungkap Besaran Uang Silmy Karim ke Dosen UB Saat Bimbingan Doktoral

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:25

Garuda Tantang Gajah Perang di Final FIFA ASEAN Cup 2026

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:25

Emas Antam Mulai Turun Hari Ini, Intip Daftar Lengkapnya

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:14

Dua Tahun Danantara, Efisiensi BUMN Digenjot untuk Kejar Pertumbuhan

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:02

Harga Minyak Naik Lagi ke Level 102 Dolar AS

Jumat, 02 Oktober 2026 | 10:59

Selengkapnya