Pebasket Michael Beasley mengotori kariernya dengan mengkonsumsi narkoba. Gara-gara barang haram ini dia dipecat klubnya, Phoenix Suns.
Suns mengambil keputusan tegas setelah menerima hasil penyelidikan pihak kepolisian. Pemainnya yang tubuhnya dipenuhi tato tersebut terjerat kasus kepemilikan ganja.
Diberitakan sebelumnya, Beasley yang sedang mengendarai mobil diberhentikan polisi yang saat itu sedang melakukan pemeriksaan lalu lintas. Setelah dilakukan penggeledahan ternyata Foward Suns itu menemukan ganja di dalam mobil.
Beasley memang terkenal bandel. Dia juga pernah berhadapan dengan masalah hukum. Di awal tahun ini, Beasley berurusan dengan kepolisian terkait kekerasan seksual, bahkan proses persidangan itu masih berlangsung. Sejumlah tingkah bandelnya membuat klub habis kesabaran.
“Sangat penting bagi kami memberikan standar tertinggi di tim terkait perilaku pribadi dan profesional pemain basket NBA. Tindakan ini mencerminkan komitmen kami,†ucap Babby di situs
NBA, kemarin
Sekadar catatan sebelum di Suns, Beasley yang memiliki rata-rata 10,1 poin dan 3,8 rebound itu pernah bermain bersama Miami Heat (2008-2010) dan Minnesota Timberwolves (2010-2012).
Sementara itu pemain veteran NBA Lamar Odom juga harus berurusan dengan polisi. Pebasket yang musim lalu bermain untuk LA Clippers itu ditahan polisi karena ugal-ugalan di jalan, dan menolak tes uji narkoba dan alkohol.
Odom ditahan karena mengemudikan mobil dalam keadaan mabuk. Seperti diberitakan ESPN, Lamar Odom mengendarai mobil Mercedes Benz berwarna putih miliknya secara ugal-ugalan di Jalan Tol San Fernando Valley, tak jauh dari Los Angeles.
Patroli Jalan Tol California sudah memerintahkannya untuk menepi. Bukannya berhenti dia malah menambahkan kecepatan laju mobil. Setelah beberapa saat, mobil Lamar Odom akhirnya berhenti dan petugas lantas membawanya ke Penjara Van Nuys.
Sesampainya di Penjara Van Nuys, dia kembali berulah. Suami dari Khloe Kardashian itu menolak melakukan tes uji alkohol dan obat-obatan terlarang. Tapi pada Jumat (30/8) pagi, Lamar Odom bebas dengan uang jaminan 15 ribu dolar AS. [Harian Rakyat Merdeka]