Berita

Akbar Tandjung

Wawancara

WAWANCARA

Akbar Tandjung: Goyangnya Di Mana, Saya Nggak Pernah Minta Capres Golkar Diganti

KAMIS, 05 SEPTEMBER 2013 | 09:11 WIB

Rapimnas Partai Golkar akan digelar sebulan lagi. Tapi suasana panas sudah terasa dari sekarang.

Ada isu dalam Rapimnas itu mungkin pencapresan Aburizal Bakrie ditinjau ulang. Sebab, elektabilitas Ketua Umum Partai Golkar itu belum naik secara signifikan.

Ketua Dewan Pertimbangan (Watim) Partai Golkar Akbar Tandjung dituding ada di balik upaya meninjau ulang pencapresan Aburizal tersebut. Menanggapi hal itu, Akbar Tandjung mengatakan, dirinya tidak pernah meminta capres Partai Golkar diganti.


“Saya hanya mengatakan akan mencermati elektabilitas capres dari Golkar. Masak tidak boleh mencermati, kan saya Ketua Watim Golkar,’’ kata Akbar Tandjung di Jakarta, kemarin.

Berikut kutipan selengkapnya;

Tapi Anda dituding menggoyang pencapresan Aburizal Bakrie, ini bagaimana?
Ah, goyangnya di mana. Saya nggak pernah minta capres dari Partai Golkar diganti.

Saya hanya mengatakan, mencermati elektabilitas Pak Aburizal.

Barangkali itu dianggap menggoyang?
Mestinya tidak begitu dong. Masak partai politik bebas kritik. Kalau begitu bukan partai dong. Di dalam partai boleh saja beda pendapat. Kalau nggak boleh, nanti tidak demokratis dong. Saya rasa Pak Aburizal nggak begitu pikirannya.

Apa ruang kritik itu dibuka?
Dalam forum atau rapat mestinya kader tidak perlu ragu sampaikan pendapatnya.

Termasuk pendapat yang semangatnya melakukan koreksi, mengkritik ke partai dan kepemimpinan ketua umum partai. Pimpinan partai kan harus demokratis juga.

Bukankah ketua umum bisa bertindak tidak demokratis?
Nggak mungkin. Pemimpin partai itu harus demokratis, terbuka dan nggak boleh otoriter.

Kalau ada yang mempertanyakan penetapan suatu keputusan, harus diberi tempat.

Apa sudah ada yang menyampaikan perbedaan pendapat itu?

Sepengetahuan saya belum ada.

Apa mungkin dalam Rapimnas itu dibicarakan?

Biasanya dalam Rapimnas membicarakan masalah penting yang dihadapi partai.

 Terutama agenda politik, yakni pemilu legislatif, pemilu presiden dan evaluasai program.

Dilihat sejau hmana amanat Munas itu sudah berjalan, yakni program catur sukses yang sudah dicanangkan.

Apa saja itu?
Kami akan melihat sejauh mana sudah dilaksanakan sukses konsolidasi, sukses kaderisasi, dan sukses memperjuangkan aspirasi raklyat sesuai dengan motto suara Golkar suara rakyat. Itu yang dievaluasi.

Apa dievaluasi pencapresan Aburizal?
Pencapresan Aburizal Bakrie secara formal tidak ada niat untuk melakukan evaluasi. Tetapi wajar kalau Rapimnas atau Watim turut mencermati bagaimana elektabilitas capres Golkar.

Sebab, kami menginginkan capres Golkar memiliki peluang untuk menang. Maka harus melihat persepsi dan penilaian masyarakat juga.

Sekarang hasilnya bagaimana?
Dari berbagai survei memang masih di bawah 10 persen. Diproyeksikan 30 persen suara Partai Golkar.

Yang dikhawatirkan jangan sampai elektabilitas Aburizal mempengaruhi partai. Padahal Golkar bertekad mendapatkan 30 persen. Kalau mempengaruhi suara Golkar, maka bukan tidak mungkin kami sampai pada kesimpulan untuk melakukan evaluasi.

 Makanya saya sering katakan, ada baiknya kita semua fokus pada pemilu legislatif karena di situ kuncinya.

Kunci apa maksudnya?  
Kalau 30 persen bisa dicapai, maka ada dua hal yang bisa didapat. Pertama, bisa mencalonkan presiden secara langsung karena sudah ada modal. Kedua, kita memiliki kepercayaan diri untuk menang dalam pilpres. [Harian Rakyat Merdeka]

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

Direktur P2 Ditjen Bea Cukai Rizal Bantah Ada Setoran ke Atasan

Jumat, 06 Februari 2026 | 03:49

KPK: Warganet Berperan Ungkap Dugaan Pelesiran Ridwan Kamil di LN

Kamis, 05 Februari 2026 | 08:34

Nasabah Laporkan Perusahaan Asuransi ke OJK

Kamis, 05 Februari 2026 | 16:40

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

UPDATE

ISIS Mengaku Dalangi Serangan Bom Bunuh Diri di Masjid Syiah Pakistan

Minggu, 08 Februari 2026 | 16:06

BNI Gelar Aksi Bersih Pantai dan Edukasi Kelola Sampah di Bali

Minggu, 08 Februari 2026 | 15:36

Miliki Lahan di Makkah, Prabowo Optimistis Turunkan Biaya Haji

Minggu, 08 Februari 2026 | 15:16

Dukungan Parpol ke Prabowo Dua Periode Munculkan Teka-teki Cawapres

Minggu, 08 Februari 2026 | 14:52

KPK Telusuri Kongkalikong Sidang Perdata Perusahaan Milik Kemenkeu Vs Masyarakat di PN Depok

Minggu, 08 Februari 2026 | 14:42

RI Harus Tarik Diri Jika BoP Tak Jamin Keadilan Palestina

Minggu, 08 Februari 2026 | 14:32

Kehadiran Prabowo di Harlah NU Bawa Pesan Ulama-Umara Bersatu

Minggu, 08 Februari 2026 | 13:50

Forum Perdana Board of Peace akan Berlangsung di Washington pada 19 Februari

Minggu, 08 Februari 2026 | 13:31

Prabowo Tegaskan Pemimpin Wajib Tinggalkan Dendam dan Kebencian

Minggu, 08 Februari 2026 | 13:17

KPK Gali Dugaan Korupsi Dana Konsinyasi di PN Depok

Minggu, 08 Februari 2026 | 12:28

Selengkapnya