Berita

Kiai Hasyim: Waspadai Rusuh Probolinggo Merembet ke Pilgub Jatim

SENIN, 02 SEPTEMBER 2013 | 23:39 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Mantan Ketua Umum PBNU, KH Hasyim Muzadi mengingatkan agar semua pihak mewaspadai kerusuhan Pemilihan Walikota (Pilwali) Probolinggo tidak merembet ke Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jatim.

"Kewaspadaan itu tidak sekadar menyesalkan kejadiannya atau mengimbau sana-sini. Namun berharap kepolisian mampu menutup dua sumber kekacauan Pilkada. Pertama, kecurangan yang melanggar hukum dan kedua provokasi," kata Kiai Hasyim, Senin (2/9).

Kerusuhan, kata Kiai Hasyim, selalu dimulai dari tuduhan kecurangan. Mungkin benar mungkin pula tidak, tetapi kenyataannya direaksi secara brutal. Adalah tugas KPUD dan Panwaslu . Tapi seringkali dua instansi ini kalah bermain dengan dedengkot politisi kandidat, terutama melawan permainan uang.


Kiai Hasyim memberikan opsi. Kepolisian dalam tingkat dini, mestinya dapat mengantisipasi dengan cara menfoto rekap masing-masing TPS berupa C1. Dengan begitu beberapa menit dapat diketahui real count tanpa ada quick count.

"Sayang selama ini belum pernah terjadi kepolisian menyebar foto rekap C1. Mungkin merasa bukan tugasnya," ujar pengasuh Ponpes Al Hikam Malang dan Depok itu.

Padahal, tegasnya, jika dilakukan, ini dapat menutup pintu kecurangan. Sedangkan quick count mungkin saja ada yang benar, tetapi ada pula yang murni bisnis informasi  berdasarkan siapa yang bayar.

Simpang siurnya quick count menambah keresahan. Perusahaan quick count selanjutnya tidak bertanggung jawab lagi. Kepolisian mestinya bisa mencegah seandainya mau menfoto rekap di TPS dan langsung menjadi hitungan riil (real count)," tambahnya.

Pintu kedua, lanjutnya, adalah manakala kecurangan terasa di depan mata masyarakat. Masyarakat tentu tidak bisa diminta tenang dalam suasana ketidakadilan dan kecurangan.

"Dalam kondisi ini provokator mendapat tempat beraksi . Seandainya kepolisian mau menjaga dengan menfoto sejak awal pasti aman. Sayang kepolisian hanya bertindak represi, tidak mampu menjaga sumber kerusuhan itu sendiri,” tuntas Kiai Hasyim.[dem]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

UPDATE

Penumpang Melonjak di Libur Sekolah, Whoosh Hadirkan Promo Wisata

Sabtu, 27 Juni 2026 | 19:57

Razman Dieksekusi

Sabtu, 27 Juni 2026 | 19:29

Purbaya Bantah Restitusi Pajak Ditahan, Tuding Ada Permainan Oknum DJP

Sabtu, 27 Juni 2026 | 18:51

Dari Kandang ke Kanopi Hutan: Tiga Orangutan Hasil Rehabilitasi Kembali ke Alam Liar

Sabtu, 27 Juni 2026 | 18:45

Perjalanan Tengkar KH Miftachul Akhyar

Sabtu, 27 Juni 2026 | 17:52

Punya Integritas, Zulhas Lantik Uya Kuya Pimpin PAN Jakarta

Sabtu, 27 Juni 2026 | 17:34

Terus Meningkat, Mayoritas Publik Tak Puas Kinerja Wapres Gibran

Sabtu, 27 Juni 2026 | 17:22

Dikuasai Gaya Hidup, Pasar Indonesia Diincar Asing

Sabtu, 27 Juni 2026 | 16:41

Polisi Tangkap Perantara Jual Beli Sabu 1 Kg di Pasar Baru

Sabtu, 27 Juni 2026 | 16:29

JK Resmikan Pembangunan Masjid Hajjah Yuliana Bekas Kantor Polisi di Melbourne

Sabtu, 27 Juni 2026 | 16:00

Selengkapnya