Berita

miras/net

Kesehatan

Genam Sesalkan Ketidakseriusan Pemerintah Tangani Miras

MINGGU, 01 SEPTEMBER 2013 | 08:50 WIB | LAPORAN:

Meski tidak sedikit orang yang meninggal akibat meminum minuman keras (miras) dan minuman berakohol (minol), namun masih sedikit masyarakat yang sadar akan hal itu.

Sebagai bentuk kepedulian dan sosialisasi kepada masyarakat terkait bahaya kedua minuman tersebut, sekelompok masyarakat mendeklarasikan berdirinya sebuah gerakan moral bernama Gerakan Nasional Anti Miras (Genam) di Bundaran HI, Jakarta, Minggu (1/9).

Menurut Ketua Genam Fahira Fahmi Idris, banyaknya warga Indonesia meminum miras dan minol ini dikarenakan regulasi yang mengatur peredarannya tidak pernah dianggap penting oleh pemerintah maupun wakil rakyat, meski sebenarnya memiliki dampak yang sangat serius, khususnya di kalangan remaja.


"Regulasi peredaran miras tidak pernah ditangani serius oleh pemerintah," kata dia kepada wartawan.

Akibatnya, banyak generasi muda yang moralnya rusak dan mudah melakukan tindakan vandalisme.

"Lihatlah, betapa mudahnya tawuran pada kalangan mahasiswa terjadi. Tengok, sudah seberapa mengerikan keberadaan genk motor dan aneka vandalisme lainnya di tengah masyarakat yang hingga hari ini tak pernah bisa ditumpas habis. Berapa kasus kematian massal akibat miras lagi yang kita perlukan hingga kita semua sadar bahwa miras begitu merusak," ujar Fahira.

Dijelaskan Fahira, visi Genam adalah membebaskan anak-anak muda dan remaja Indonesia dari peredaran bebas dan penggunaan ilegal minuman keras.

Dalam kesempatan itu, Fahira juga mengajak semua kalangan agar melindungi anak dan remaja berusia di bawah 21 tahun dari pengaruh negatif miras dan minol, termasuk mendesak pemerintah dan DPR untuk segera membuat regulasi yang lebih tegas dan lebih ketat soal peredaran miras. [ian]

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Setelah 19 Kapolda Berganti, Apa yang Berubah bagi Masyarakat?

Selasa, 06 Oktober 2026 | 06:19

King Indo Sah Jadi Raja ASEAN Usai Geprek Thailand 4-2

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:54

Jika Gugatan Denny Indrayana Cs Diterima MK Tak Otomatis Gibran Lengser

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:33

Ada Beking Politik, Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Jaksinema Bakal Jadi Mesin Baru Ekonomi Jakarta

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:55

Bonus Timnas Indonesia Diatur Ketum PSSI

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:38

Nasib Gibran di Tangan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:19

Tak Mudah Pecat Gibran Meski Gugatan Denny Indrayana Cs Dikabulkan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 03:28

Festival Indonesia 2026 Perkuat Diplomasi Budaya Jakarta-Seoul

Selasa, 06 Oktober 2026 | 03:03

Jakarta Butuh Regulasi Parkir Valet

Selasa, 06 Oktober 2026 | 02:23

Selengkapnya