Berita

isran noor/net

Tak Undang Isran Konvensi, Demokrat Bakal Merugi

SABTU, 31 AGUSTUS 2013 | 21:31 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Tak diundangnya Bupati Kutai Timur yang juga Ketua Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) Isran Noor dalam ajang konvensi Partai Demokrat banyak disesalkan beberapa pihak.

Ketua Ikatan Demokrat Bersatu (Idemtu) Idemtu Manara Lodewijk Hutapea mengaku kecewa lantaran Isran yang merupakan salah satu kader Partai Demokrat malah tidak mendapat undangan mengikuti konvensi. Menurutnya, partai bakal rugi dengan tidak mengundangnya orang yang dianggap mewakili masyarakat Indonesia bagian timur itu.

"Kami menghargai dengan apa yang diputuskan Komite Konvensi PD, namun kami juga merasa kecewa dengan tidak diundangnya Pak Isran," kata Manara saat dihubungi wartawan Sabtu (31/8).


Kata dia, sebenarnya banyak keuntungan jika Isran diberi kesempatan bertarung di konvensi untuk menjadi calon presiden dari Partai Demokrat. Diantaranya, Isran memiliki suara dan dukungan dari daerah-daerah yang selama ini terwakili Isran. Isran, kata dia memiliki banyak dukungan, terutama dari Indonesia bagian timur. Apalagi, Isran adalah ketua dari pemerintahan kabupaten di Indonesia yang otomatis banyak memiliki hubungan baik dengan masyarakat kabupaten.

Selain itu kata Manara, Isran adalah kader partai yang sebenarnya sangat layak mendapat kesempatan. Menurut Manara, jauh lebih baik mengundang Isran yang merupakan kader partai sendiri daripada mengundang para tokoh lainnya diluar partai yang kemudian memilih untuk mengundurkan diri. Misalnya mantan Ketua MK Mahfud MD, mantan Wakil Gubernur Jateng Rustriningsih dan Dirut Lion Air Rusdi Kirana. Meski diundang, mereka akhirnya menyatakan menolak ikut konvensi.

Dengan tak diundangnya Isran, kata Manara, bisa menilai sendiri bagaimana proses Kovensi Demokrat ini. Saat ditanya apakah ada upaya menjegal Isran agar tak ikut konvensi, Manara enggan berkomentar banyak. "Kita serahkan agar masyarakat yang menilai," ujarnya.

Masyarakat, kata dia juga bisa menilai bagaimana sosok orang-orang yang terpilih menjadi peserta konvensi. Kalau memang tokoh-tokoh memang memiliki pengaruh, maka itu akan mendokrak elektabilitas partai. Tapi sebaliknya, bisa saja konvensi tidak memiliki pengaruh terhadap elektabilitas partai.

Manara berharap Isran angkat bicara setelah tak diundang dalam konvensi ini. Dia juga berharap agar Isran masih memiliki kesempatan untuk meramaikan tahun politik 2014 mendatang.

Sebelumnya, Ketua DPD PD Provinsi Sulawesi Tenggara, Muh Endang menyatakan Komite Konvensi harus memberikan penjelasan yang transparan terkait dengan tidak diundangnya Isran Noor. Kata dia, penjelasan ini perlu untuk menghindari timbulnya prasangka buruk dan ketidakpuasan publik terhadap kinerja Komite Konvensi.

"Saya kira perlu dijelaskan ke publik. Karena ini merupakan model demokrasi yang diletakkan oleh Ketua Majelis Tinggi (SBY) dan tentunya akan menjadi contoh. Suara publik juga harus didengar," ucapnya.[dem]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

BSI Tutup 2025 dengan Syukur dan Spirit Kemanusiaan

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:11

KUHP Baru Hambat Penuntasan Pelanggaran HAM Berat

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:10

TNI AL Gercep Selamatkan Awak Speedboat Tenggelam di Perairan Karimun

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:58

BNPB Laporkan 1.050 Huntara Selesai Dibangun di Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:55

Indonesia Menjadi Presiden HAM PBB: Internasionalisme Indonesia 2.O

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:51

Prabowo Ungkap Minat Swasta Manfaatkan Endapan Lumpur Bencana Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:46

YLBHI: Pasal-pasal di KUHP Baru Ancam Kebebasan Berpendapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:39

Satgas Pemulihan Bencana Harus Hadir di Lapangan Bukan Sekadar Ruang Rapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:19

Saatnya Indonesia Mengubah Cara Mengelola Bencana

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Purbaya Klaim Ekonomi Membaik, Tak Ada Lagi Demo di Jalan

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Selengkapnya