Berita

ilustrasi/net

Politik

KONVENSI DEMOKRAT

AS Hikam Salut Atas Penolakan Mahfud MD

KAMIS, 29 AGUSTUS 2013 | 21:57 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Pengamat politik AS Hikam mengaku salut dengan keputusan Mahfud MD menolak audisi calon presiden di Partai Demokrat. Menurut dia, keputusan yang diambil mantan Ketua MK itu sudah tepat.

"Saya sangat salut dan menghormati keputusan Prof Mahfud MD untuk menolak ikut audisi capres di Partai Demokrat. Bukan hanya karena sejak awal saya memang menyerukan demikian kepada beliau dan para pendukungnya, tetapi juga karena memang Mahfud MD akan jauh lebih baik menghindari hal-hal yang tidak perlu," kata Hikam dalam akun jejaring sosial miliknya, mashikam.com, Kamis (29/8).

Audisi calon presiden yang digelar Partai Demokrat, menurut hemat Hikam, hanya akan menghasilkan para capres kelas dua atau kelas tiga. Mereka mungkin layak untuk jadi pendamping capres tetapi bukan capres yang layak dipilih untuk memimpin Indonesia yang saat ini sedang mengalami krisis multidimensi.


Mahfud MD, katanya, sama dengan Pak JK atau Jokowi di mana level elektabilitasnya masih lebih tinggi di atas sebagian besar peserta audisi seperti Endriartono Sutarto, Marzuki Alie, Pramono Edhie Wibowo, dan Anies Baswedan. Apalagi, kalau dibanding Gita Wirjawan, Irsan Noor, Ali Masykur Musa dan undangan audisi lainnya. Jadi, Mahfud MD sudah sangat realistis dan bermartabat menolak audisi Partai Demokrat.

"Lebih baik seluruh energi dan kemampuan dipergunakan untuk menggalang dukungan capres/cawapres dari parpol lain yang memiliki kekuatan jelas dan program yang layak disebut sebagai sebuah konvensi partai. Bukan hanya kontes audisi," pungkas Hikam. [dem]

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Fenomena, Warga Sumsel Ramai-Ramai Siarkan Banjir Secara Live

Minggu, 05 April 2026 | 21:48

Besok Jusuf Kalla Laporkan Rismon Sianipar ke Bareskrim Polri

Minggu, 05 April 2026 | 21:29

Kejagung Periksa Kajari Karo Danke Rajagukguk

Minggu, 05 April 2026 | 20:57

Rekan Akmil Kenang Dedikasi Mayor Zulmi di Medan Tugas

Minggu, 05 April 2026 | 20:47

LPSK: RUU PSDK Harus Perkuat SIstem Perlindungan Saksi dan Korban

Minggu, 05 April 2026 | 20:31

JK: Saya Kenal Roy Suryo, Tapi Tak Pernah Danai Isu Ijazah Jokowi

Minggu, 05 April 2026 | 19:58

Simpan Telur di Kulkas, Dicuci Dulu atau Tidak?

Minggu, 05 April 2026 | 19:56

BRIN Ungkap Asa-Usul Cahaya Misterius di Langit Lampung

Minggu, 05 April 2026 | 19:15

Mayor Anumerta Zulmi Salah Satu Prajurit Terbaik Kopassus

Minggu, 05 April 2026 | 18:51

Terendus Skema Gulingkan Prabowo Lewat Rekayasa Krisis dan Kerusuhan

Minggu, 05 April 2026 | 18:33

Selengkapnya