Berita

Hukum

"Bunda Putri, Pak Lurah dan Haji Susu" Terdengar di Sidang Fathanah

KAMIS, 29 AGUSTUS 2013 | 18:06 WIB | LAPORAN:

Muncul julukan-julukan baru dalam sidang perkara suap dan pencucian uang dalam pengurusan kuota impor daging sapi dengan terdakwa Ahmad Fathanah yang berlangsung hari ini di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta (Kamis, 29/8).

Semua berasal dari rekaman yang diperdengarkan Jaksa KPK saat Ridwan Hakim, putra Ketua Dewan Syura PKS Hilmi Aminuddin, bersaksi. Misalnya, ada sebutan "Bunda Putri". Nama itu terdengar setelah Jaksa KPK memperdengarkan rekaman sadapan antara Ridwan dan bekas Presiden PKS, Luthfi Hasan Ishaaq.

Awalnya percakapan antara Luthfi dan Ridwan berlangsung normal. Tapi, di tengah-tengah perbincangan Ridwan lalu memberikan telepon ke "Bunda Putri". Di sana tak terlalu jelas apa yang dikomunikasikan oleh Bunda Putri maupun Luthfi. Tapi, nada bicara Bunda Putri seperti orang marah-marah karena merasa dirugikan dalam sebuah proyek.


Sementara lawan bicaranya, Luthfi Hasan menjelaskan bila posisi Bunda Putri memang sulit.

"Sementara Bunda yang mengkondisikan desicion maker, pekerjaannya kan lebih berat dibanding desicion maker karena harus kondisikan decision maker," kata Luthfi kepada Bunda Putri di telepon.

Di perbincangan itu kemudian terungkap nama lain. Ada "Pak Lurah" dan "Haji Susu". Tidak jelas kepada siapa dua istilah yang terlontar dari mulut Bunda Putri itu merujuk. Sementara Luthfi sempat menyinggung nama "Wibi".

"Tadi saya juga sudah ketemu dia (Haji Susu) bersama menteri-meteri yang lainnya," kata Luthfi di perbincangan itu.

"Iya Bunda ini jam 10 ditunggu Dipo kan, sebelum dia ke JCC. Nanti kita ketemu sama Mas Boed jam 2-an. Sudah Bunda nunggu di Grand Hyatt saja, supaya enggak usah kemana-mana. Kalau begini caranya, malas deh ngurus TPA-nya," jawab Bunda Putri. [ald]

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Kiprah Yadyn, Jaksa yang Antar Febrie Adriansyah ke KPK

Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:55

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

UPDATE

IKA BEM Nusantara Ajak Elemen Bangsa Dukung Program Ketahanan Pangan

Senin, 03 Agustus 2026 | 01:56

Bergerak Bersama Menuju Sila Kelima Pancasila

Senin, 03 Agustus 2026 | 01:30

TNI Tembus Medan Terjal Salurkan 2 Ton Logistik di Kabupaten Puncak

Senin, 03 Agustus 2026 | 01:09

Buka Turnamen Tenis Beregu

Senin, 03 Agustus 2026 | 00:42

531 Atlet Taekwondo Terbaik Asia Siap Bertarung Demi Kehormatan Negara

Senin, 03 Agustus 2026 | 00:24

Prabowo Harus Rombak Kabinet Buntut Tingkat Kepuasan Publik Melorot

Senin, 03 Agustus 2026 | 00:04

Zanzabella Singgung "Si Ono" dan Rekaman CCTV: Pertengkaran Pasti Ada Sebabnya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 23:35

Pelaporan ESG Tahun 2026 Indonesia

Minggu, 02 Agustus 2026 | 23:05

Ustaz Novel: LGBT Bahaya Laten dengan Daya Rusak Luar Biasa

Minggu, 02 Agustus 2026 | 22:39

Tragedi KM Mutiara Sentosa 2: Keluarga Cemas Banyak Penumpang Tak Masuk Manifes

Minggu, 02 Agustus 2026 | 21:53

Selengkapnya