Berita

Krisis Kepercayaan Mengancam Indonesia

RABU, 28 AGUSTUS 2013 | 23:48 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Pemerintah diingatkan mengenai ancaman timbulnya krisis kepercayaan menyusul gawatnya situasi perekonomian nasional. Krisis kepercayaan muncul karena pemerintah dianggap tidak mampu mengantisipasi dan menyelesaikan masalah.

"Krisis kepercayaan atau deficit in trust and credibility jauh lebih berbahaya dari quatro deficits yang terjadi sekarang," ujar ekonom senior DR Rizal Ramli dalam talk show bertajuk "Susah Payah Mendongkrak Rupiah" yang disiarkan Metro TV, Rabu malam (28/8).

Quatro deficits yang dimaksud Rizal Ramli adalah deficit neraca perdagangan, defisit neraca pembayaran, defisit balance of payments dan defisit anggaran. Defisit neraca perdagangan saat ini sebesar minus 6 miliar dolar AS, defisit neraca pembayaran sebesar minus 9,8 miliar dolar AS, defisit balance of payments sebesar minus 6,6 miliar dolar AS pada Q1-2013 dan defisit APBN plus utang lebih dari Rp 2.100 triliun.


Krisis kepercayaan yang pada akhirnya membuat ekonomi Indonesia terpuruk seperti tahun 1998, kemungkinan bisa terjadi seiring adanya berbagai faktor penyebab munculnya defisit terhadap kepercayaan dan kredibilitas. Ekonomi kita saat ini sudah mendekati "lampu merah" tapi paket kebijakan yang dikeluarkan pemerintah terkait gawatnya situasi perekonomian nasional tidak menyentuh persoalan. Kebijakan yang dikeluarkan pemerintah sangat kecil hubungannya dengan defisit transaksi berjalan sehingga akan mengakibatkan tekanan terhadap rupiah terus berlanjut. Dengan kondisi ini Rizal Ramli memperkirakan sangat mudah bagi rupiah anjlok ke angka 12.000 atau 13.000 rupiah per dolarnya.

"Jangan lupa, rakyat kita sudah kena gebuk ronde pertama dimana harga pangan naik akibat kenaikan harga BBM dan Lebaran. Dan sekarang, rakyat kita kena gebuk ronde dua karena rupiahnya anjlok 20 persen, maka harga pangan akan ikut naik 15-20 persen," tuturnya.

Menko Perekonomian era Gus Dur ini juga mengingatkan klaim pemerintah bahwa keadaan ekonomi saat ini lebih bagus hanya terjadi pada pertumbuhan gross domestic product, tapi semua indikator ekonomi fundamental seluruhnya negatif. Situasi saat ini benar-benar berbeda dengan tahun 2008 dimana semua indikator ekonomi fundamental positif sehingga bisa bertahan dari krisis akibat anjloknya ekonomi Amerika Serikat.

"Sekarang ini indikator finansial kita semuanya negatif. Ini tidak terjadi dalam waktu semalam atau seminggu, tapi sudah terlihat sejak dua tahun lalu yang pelan-pelan menggeregoti terus. Pertanyaan saya kemana presiden, kemana menteri-menteri ekonomi kok tidak mengambil langkah-langkah yang diperlukan," demikian Rizal Ramli.[dem]

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Fenomena, Warga Sumsel Ramai-Ramai Siarkan Banjir Secara Live

Minggu, 05 April 2026 | 21:48

Besok Jusuf Kalla Laporkan Rismon Sianipar ke Bareskrim Polri

Minggu, 05 April 2026 | 21:29

Kejagung Periksa Kajari Karo Danke Rajagukguk

Minggu, 05 April 2026 | 20:57

Rekan Akmil Kenang Dedikasi Mayor Zulmi di Medan Tugas

Minggu, 05 April 2026 | 20:47

LPSK: RUU PSDK Harus Perkuat SIstem Perlindungan Saksi dan Korban

Minggu, 05 April 2026 | 20:31

JK: Saya Kenal Roy Suryo, Tapi Tak Pernah Danai Isu Ijazah Jokowi

Minggu, 05 April 2026 | 19:58

Simpan Telur di Kulkas, Dicuci Dulu atau Tidak?

Minggu, 05 April 2026 | 19:56

BRIN Ungkap Asa-Usul Cahaya Misterius di Langit Lampung

Minggu, 05 April 2026 | 19:15

Mayor Anumerta Zulmi Salah Satu Prajurit Terbaik Kopassus

Minggu, 05 April 2026 | 18:51

Terendus Skema Gulingkan Prabowo Lewat Rekayasa Krisis dan Kerusuhan

Minggu, 05 April 2026 | 18:33

Selengkapnya