Berita

rizal ramli/net

RUPIAH TERUS MELEMAH

Cinta Rupiah Harus Dimulai dari Istana

RABU, 28 AGUSTUS 2013 | 21:51 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Gerakan cinta rupiah dengan menukarkan dolar merupakan salah satu cara untuk bisa mendongkrak sentimen positif di tengah terus anjloknya nilai tukar rupiah terhadap dolar. Ekonom senior DR Rizal Ramli setuju dengan langkah tersebut.

"Saya setuju tapi harus dimulai dari Istana, dari keluarga istana. Berikan contoh ke elit, ke pejabat-pejabat lain tukarkan dolarnya," kata Rizal Ramli dalam talk show bertajuk "Susah Payah Mendongkrak Rupiah" yang disiarkan Metro TV, Rabu malam (28/8).

Tapi, kata dia, yang terpenting untuk segera diatasi adalah terkait persoalan current account deficit atau defisit transaksi berjalan. Sampai Desember 2013 nanti, Pemerintah setidaknya harus bisa mengurangi carrent account defisit setengahnya menjadi minus 5 miliar dolar AS dari yang ada saat ini sebesar minus 9,8 miliar dolar AS.


"Kalau ini terjadi akan ada kepercayaan bahwa pemerintahan ini kredibel," tegasnya.

Hal lain yang perlu dilakukan, kata Menko Perekonomian era Gus Dur itu, melakukan perubahan sistem tarif dan kebijakan terkait impor barang-barang konsumtif, selain harus adanya kebijakan repatriarki dalam kebijakan ekspor. Selama ini para pejabat ekonomi di pemerintah selalu menyatakan import capital growth bukan suatu masalah karena menanggapnya sebagai barang modal. Tapi dalam kenyataannya, import capital growth yang terjadi, misalnya, merupakan barang-barang spare part otomotif untuk kendaraan pribadi seperti sedan yang bukan merupakan capital growth.

"Mohon maaf, menurut saya itu kurang teliti pejabatnya. Mereka dibutakan. Harus ada perubahan tarif dan kebijakan dalam impor barang-barang konsumtif termasuk komponen spare part mobil," demikian Rizal Ramli.[dem]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Kemlu Telusuri Keterlibatan WNI dalam Kasus Online Scam di Malaysia

Jumat, 08 Mei 2026 | 10:18

Pasar Kripto Lesu, Coinbase Rugi Rp6,8 Triliun

Jumat, 08 Mei 2026 | 10:09

Syahganda Nainggolan: Ulama Punya Peran Strategis Bangun Gerakan Koperasi Pesantren

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:49

DPR Dorong Perlindungan Hukum dan Kesejahteraan Driver Ojol Lewat Revisi UU LLAJ

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:31

IHSG-Rupiah Tertekan Jelang Akhir Pekan

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:22

Selamat Jalan, James F. Sundah, Legenda Musik yang Berpulang di New York

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:21

Pelapor Dugaan Penggelapan Sertifikat Tanah Mengadu ke Kapolri

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:18

AS-Iran Saling Serang, Harga Minyak Naik Lagi

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:07

Bursa Asia Lemah saat Selat Hormuz Kembali Tegang

Jumat, 08 Mei 2026 | 08:56

Prabowo Naik Maung ke Pembukaan KTT ke-48 ASEAN di Filipina

Jumat, 08 Mei 2026 | 08:47

Selengkapnya