Berita

Olahraga

Pengacara Atlet Berkuda Tampik Kliennya Doctor Shopping

RABU, 28 AGUSTUS 2013 | 19:54 WIB | LAPORAN:

Sidang perdata kasus dugaan malpraktik yang dilakukan dokter Guntur dari RS Sahid Sahirman kepada atlit berkuda, Adinda Yuanita terus berlanjut.

Siang tadi (Rabu, 28/8), kuasa Hukum dari Adinda, Susy Tan memberikan replik atas jawaban dr. Guntur dalam persidangan pekan lalu, melalui kuasa hukumnya, Zubaidah Jubir. Dalam persidangan pekan lalu, Guntur mengatakan bahwa tanggung jawab dan beban hukum tidak bisa ditimpakan kepadanya. Menurutnya, malpraktik bisa saja ada pada dokter lainnya.

Zubaidah menuding Adinda adalah tipe pasien yang melakukan pengobatan lebih dari satu dokter untuk menangani penyakitnya. Bahkan Zubaidah memberikan Adinda istilah baru Doctor Shopping atau Jajan Dokter. Menurutnya tanggung jawab yang dilakukan oleh dokter pertama (dr. Guntur) itu digantikan oleh dokter yang menangani Adinda selanjutnya (dokter kedua), tanpa menyebutkan nama dokter yang dia maksud.


Menanggapi hal tersebut di Pengadilan Negeri Pusat, Susy Tan mempertanyakan pernyataan dr.Guntur tersebut. Dia menganggap pemberian istilah Doctor Shopping adalah upaya dr. Guntur untuk melempar tanggung jawabnya kepada koleganya sendiri yang dalam istilah psikologisnya disebut Scapegoating.

Susy pun meminta dokter Guntur untuk mempertanggungjawabkan tuduhan yang dilemparkan kepada kliennya itu dengan menyebut siapa saja nama dokter yang dia maksud sehingga mengakibatkan Adinda terkena Cushing's Syndrome.

"Coba tolong sebutkan nama dokter tersebut, kita mau pembuktian. Kita tunggu saja nama-nama koleganya yang akan disebutkan oleh dr. Guntur bertanggung jawab terhadap korban malpraktik Adinda," ujar Susy.

"Ini merupakan suatu ucapan fitnah serta pelecehan," imbuhnya.

Susy mengatakan, pihaknya akan balik melaporkan dokter Guntur secara pidana dan mengajukan gugatan perdata untuk pencemaran nama baik karena menuding Adinda sebagai tipe Doctor Shopping. Selain itu, Susy juga meminta putusan profesional kepada pengadilan agar Dr. Guntur tidak melakukan praktik selama proses hukum ini masih berjalan hingga mempunyai keputusan hukum yang tetap.

Sementara itu, kuasa hukum dr Guntur, Erick Pandapotan saat dikonfirmasi mengenai status kliennya tersebut di RS Sahid Sahirman, mengaku belum mengetahuinya.  

"Kami akan konfirmasi ke sana," ujarnya.

Adinda yang terkena penyakit "Iatrogenic Cushing Syndrome" atau gangguan yang terjadi akibat sangat rendahnya kadar kortisol dalam tubuh yang mengakibatkan wajahnya membengkak dan mati rasa. Selain itu tumbuh gundukan, daging pada punuk, badan biru-biru, mengalami tremor, sakit kepala yang luar biasa, berat badan naik secara drastis, serta ngilu pada tulang dan otot. Penyakit ini diketahui saat Adinda melakukan sejumlah pemeriksaan termasuk salah satunya tes darah khusus yang tidak ada di Indonesia ke dokter spesialis endokrinolog di Singapura.

Penyakit Iatrogenic Cushing's Syndrome itu diduga merupakan akibat dari tindakan medis dokter spesialis tulang, dr. Guntur RS Sahid Sahirman tersebut. Semua hasil tes darah Adinda berada jauh dari batas normal.[wid]


Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

NATO Turun Gunung Usai Trump Mau Tarik 5 Ribu Pasukan dari Jerman

Minggu, 03 Mei 2026 | 00:03

Komdigi Dorong Sinergi Penegakan Hukum Ruang Digital

Sabtu, 02 Mei 2026 | 23:45

Wamenkeu soal Purbaya Masuk RS: Insya Allah Sehat, Doakan Saja!

Sabtu, 02 Mei 2026 | 23:32

Negosiasi Berjalan Buntu, Trump Tuding Iran Tidak Punya Pemimpin Jelas

Sabtu, 02 Mei 2026 | 23:19

Pernyataan Amien Rais di Luar Batas Kritik Objektif

Sabtu, 02 Mei 2026 | 22:51

Sekolah Tinggi, Disiplin Rendah: Catatan Hardiknas

Sabtu, 02 Mei 2026 | 22:38

Aktivis 98: Pernyataan Amien Rais Tidak Cerminkan Intelektual

Sabtu, 02 Mei 2026 | 22:18

Wakil Wali Kota Banjarmasin Dinobatkan Sebagai Perempuan Inspiratif

Sabtu, 02 Mei 2026 | 21:48

KAI Pasang Pemasangan Palang Pintu Sementara di Perlintasan Jalan Ampera

Sabtu, 02 Mei 2026 | 21:34

Paguyuban Tak Pernah Ideal, Tapi Harus Berdampak

Sabtu, 02 Mei 2026 | 20:52

Selengkapnya