Berita

ilustrasi/net

Politik

Iuran Jamkes Jangan Mengurangi Kewajiban Pemerintah

SELASA, 27 AGUSTUS 2013 | 16:37 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Ikatan Dokter Indonesia (IDI) berharap iuran jaminan kesehatan oleh Badan Pelaksana Jaminan Sosial tidak mengurangi kewajiban pemerintah dalam menyediakan anggaran kesehatan.

"Untuk mewujudkan masyarakat yang sehat tanpa sekat, kesediaan dan kecukupan dana sangat diperlukan baik itu dari APBD ataupun gotong royong serta iuran BPJS. Iuran itu jangan sampai mengurangi kewajiban negara," kata ketua IDI, dr. Zainal Abidin dalam Indomedica Expo & Urun Rembug Nasional 2013 di Arena PRJ, Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (27/8).

Menurutnya, untuk mewujudkan masyarakat yang sehat membutuhkan anggaran yang besar. Anggaran itu harus didukung dari berbagai saluran yang ada. Anggaran yang memadai juga diharapkan mampu mewujudkan cita-cita Indonesia yang sehat tanpa sekat.


Menko Kesra Agung Laksono mengatakan, Jaminan Kesehatan Nasional lanjut Agung akan diberlakukan mulai 1 januari 2014. Pemerintah telah memutuskan untuk menanggung premi asuransi kesehatan bagi 86,4 juta penduduknya dengan nilai premi Rp 19.225 per kepala.

Agung mengatakan diluar penduduk yang menjadi tanggungan pemerintah melalui PBI (premi bantuan iur) sebanyak 86,4 juta jiwa, masih ada sekitar 45,5 juta penduduk Indonesia yang membutuhkan bantuan tanggungan pembiayaan pengobatan. Kelompok masyarakat tersebut diharapkan bisa dibantu melalui program jaminan kesehatan daerah (jamkesda).

"Jadi saya berharap agar daerah tidak menghentikan program Jamkesda. Justeru dengan JKN, jumlah masyarakat yang ikut dalam Jamkesda selama ini akan berkurang jauh. Itu artinya tanggungan pemerintah juga akan berkurang," jelas Agung.

Jumlah penduduk Indonesia yang akan terkaver asuransi kesehatan per 1 Januari 2014 , menurut Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi , tercatat 174 juta jiwa. Rinciannya 86,4 juta merupakan peserta PBI, 45.5 juta peserta Jamkesda, 16 juta peserta Askes, 7 juta peserta jamsostek dan 1,2 juta peserta dari unsure TNI/Polri. Harapannya pada 2019, semua warga Negara Indonesia sudah terkaver dalam system jaminan social kesehatan secara menyeluruh. [dem]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

UPDATE

Penumpang Melonjak di Libur Sekolah, Whoosh Hadirkan Promo Wisata

Sabtu, 27 Juni 2026 | 19:57

Razman Dieksekusi

Sabtu, 27 Juni 2026 | 19:29

Purbaya Bantah Restitusi Pajak Ditahan, Tuding Ada Permainan Oknum DJP

Sabtu, 27 Juni 2026 | 18:51

Dari Kandang ke Kanopi Hutan: Tiga Orangutan Hasil Rehabilitasi Kembali ke Alam Liar

Sabtu, 27 Juni 2026 | 18:45

Perjalanan Tengkar KH Miftachul Akhyar

Sabtu, 27 Juni 2026 | 17:52

Punya Integritas, Zulhas Lantik Uya Kuya Pimpin PAN Jakarta

Sabtu, 27 Juni 2026 | 17:34

Terus Meningkat, Mayoritas Publik Tak Puas Kinerja Wapres Gibran

Sabtu, 27 Juni 2026 | 17:22

Dikuasai Gaya Hidup, Pasar Indonesia Diincar Asing

Sabtu, 27 Juni 2026 | 16:41

Polisi Tangkap Perantara Jual Beli Sabu 1 Kg di Pasar Baru

Sabtu, 27 Juni 2026 | 16:29

JK Resmikan Pembangunan Masjid Hajjah Yuliana Bekas Kantor Polisi di Melbourne

Sabtu, 27 Juni 2026 | 16:00

Selengkapnya