Berita

ilustrasi/net

Politik

Publik Anggap Orde Baru Lebih Aman

SELASA, 27 AGUSTUS 2013 | 15:02 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Menjelang 2014, publik semakin merasa tidak aman. Pantauan terbaru Prapancha Research dari jejaring sosial Twitter antara 25 Agustus 2011-25 Agustus 2013 ditemukan bahwa perbincangan seputar keamanan terus meningkat dan menunjukkan gejala meningkatnya keresahan publik.

"Kita punya kecenderungan untuk mengatakan, kondisi semakin hari semakin tidak aman. Namun lebih sering kita tidak punya landasan untuk mengatakan itu selain perasaan kita sendiri," ujar analis PR, Adi Ahdiat, Selasa (27/8).

Maraknya premanisme hari ini membuat orang-orang cenderung menganggap Orde Baru jauh lebih aman. Padahal dalam kenyataannya, premanisme juga tetap berkembang pada masa itu. Rezim otoriter gencar mengaitkan pemerintahannya dengan keamanan dan stabilitas sehingga tak heran bila kesan ini masih mudah teringat hingga sekarang.


Dari penelusuran PR, pembicaraan kata kunci "rasa aman", "tak aman", "nggak aman" dalam dua tahun terakhir terus meningkat. Pada pantauan setahun pertama, 25 Agustus 2011-25 Agustus 2012, rata-rata pembicaraan topik keamanan ini mencapai 204 perbincangan per hari. Namun di tahun kedua, 25 Agustus 2012-25 Agustus 2013, perbincangan mencapai rata-rata 523 per hari.

"Peningkatannya lebih dari dua kali lipat, cukup signifikan. Ini dapat melandasi dugaan kita bahwa publik memang merasa semakin tidak aman. Meski ada saja kemungkinan analisis lain, namun dengan ramainya berita penembakan, kerusuhan penjara, serta kejahatan lain yang belakangan membombardir publik tak heran bila kecemasan publik terhadap keamanan juga meningkat," imbuh Adi.

Seiring dengan peningkatan perbincangan rasa tidak aman, memang tingkat singgung kata "kejahatan" pun turut menanjak. Sementara di tahun pertama jumlah tercetusnya kata kejahatan mencapai rata-rata 663 kali per hari, di tahun kedua ia meningkat relatif tajam hingga mencapai rata-rata 1.924 kali per hari. Adi melihat bahwa ada tiga hal yang bisa jadi mendorong peningkatan rasa tidak aman ini.

"Pertama, meningkatnya kriminalitas atau gangguan keamanan secara nyata. Kedua, meningkatnya jumlah pemberitaan kejahatan akhir-akhir ini. Ketiga, bukan mustahil pula karena semakin dekatnya tahun politik. Adalah hal yang wajar untuk merasakan ketidakpastian menjelang pemilihan umum," ujar Adi dalam keterangan pers yang diterima redaksi.

Apa pun itu, Adi menambahkan, adalah kewajiban aparatur negara untuk menjamin rasa aman warganya. Negara perlu mendorong penyelesaian kasus-kasus kejahatan besar yang meresahkan khalayak luas. Pada saat yang sama, negara pun mesti memastikan aparatur keamanan di lapangan melayani warga dan bukannya menambah keresahannya.[dem]

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Harga Emas Dunia Terkoreksi Saat Ultimatum Trump Dekati Tenggat

Senin, 06 April 2026 | 08:19

Krisis Global Memanas, Industri Air Minum Tercekik Lonjakan Harga Kemasan

Senin, 06 April 2026 | 08:06

Sektor Bisnis Arab Saudi Terpukul, Pertama Kalinya dalam 6 Tahun

Senin, 06 April 2026 | 08:00

Trump Ancam Ciptakan Neraka untuk Iran jika Selat Hormuz Tak Dibuka

Senin, 06 April 2026 | 07:48

AS Berhasil Selamatkan Pilot Jet Tempur F-15 di Pegunungan Iran

Senin, 06 April 2026 | 07:36

Strategi WFH di Berbagai Negara Demi Efisiensi Energi

Senin, 06 April 2026 | 07:21

Cadangan Pangan Pemerintah Capai Level Tertinggi, Aman hingga Tahun Depan

Senin, 06 April 2026 | 07:06

Daya Kritis PBNU ke Pemerintah Makin Melempem

Senin, 06 April 2026 | 06:32

Amerika Negara dengan Ideologi Kapitalisme Menindas

Senin, 06 April 2026 | 06:12

Isu Pemakzulan Prabowo Belum Padam Total

Senin, 06 April 2026 | 06:07

Selengkapnya