Berita

PILKADA JAWA TIMUR

Adhie Massardi Cs Dapat Tugas Khusus

SENIN, 26 AGUSTUS 2013 | 21:55 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Menjelang pemilihan gubernur Jawa Timur, Adhie Massardi bersama sejumlah aktivis Gerakan Masyarakat Sipil untuk Pemilu Bersih mendapatkan tugas khusus dari Pengasuh Ponpes Mambaul Ulum Bondowoso, KH. Syalwa Arifin.

Tugas khusus itu diberikan karena hingga hari tenang menuju pemberian suara masih ditemukan sejumlah persoalan di wilayah tapal kuda terutama yang berkaitan dengan ketidaksesuaian DPT dan jumlah pemilih serta kesimpangsiuran pengisian formulir C1 yang cacat.

Tugas khusus yang diberikan KH Syalwa Arifin kepada Adhie Massardi Cs itu adalah menggelar pelatihan untuk menanggulangi potensi kecurangan dalam pemilihan yang digelar hari Kamis mendatang (29/8).


Adhie Massardi sudah barang tentu merasa perlu menjalankan tugas khusus itu sebaik mungkin. Ia yang dikenal dengan kaum nahdliyin mengatakan bahwa partisipasi masyarakat sangat diperlukan untuk mencegah dan mengawal proses demokrasi pilgub ini jauh dari praktek-praktek pembajakan terhadap pilihan dan harapan rakyat.

"Pembajakan demokrasi di Jawa Timur yang menggunakan berbagai cara saat ini, baik sejak Pilgub 2008 sampai proses pendaftaran pasangan calon serta paska putusan DKPP yang meloloskan pasangan calon Khofifah-Herman, hanya bisa dicegah dan dilawan jika partisipasi rakyat kuat dan terus berkembang," seru Jurubicara Presiden era Gus Dur dihadapan santri, mahasiswa dan muslimat se Bondowoso sore tadi (26/8).

Sementara KH Syalwa Arifin berkeyakinan bahwa jika tak ada kecurangan, beliau yakin pasangan Khofifah-Herman akan memenangkan Pilgub Jawa Timur 2013 ini.

"Kemenangan Khofifah akan mampu mengembalikan marwah NU di rumahnya sendiri", harapan dan doa KH. Syalwa Arifin yang secara spontan "diamini" oleh para santrinya.

Senada dengan harapan itu, Gus Dur sering berpesan kepada kaum nahdliyin agar memilih sosok pemimpin yang sesuai melandaskan tanggung jawabnya pada kaidah fikih yang menyatakan bahwa "tindak tanduk pemimpin umat harus terkait langsung dengan kesejahteraan rakyat yang dipimpinnya." [dem]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

UPDATE

Penumpang Melonjak di Libur Sekolah, Whoosh Hadirkan Promo Wisata

Sabtu, 27 Juni 2026 | 19:57

Razman Dieksekusi

Sabtu, 27 Juni 2026 | 19:29

Purbaya Bantah Restitusi Pajak Ditahan, Tuding Ada Permainan Oknum DJP

Sabtu, 27 Juni 2026 | 18:51

Dari Kandang ke Kanopi Hutan: Tiga Orangutan Hasil Rehabilitasi Kembali ke Alam Liar

Sabtu, 27 Juni 2026 | 18:45

Perjalanan Tengkar KH Miftachul Akhyar

Sabtu, 27 Juni 2026 | 17:52

Punya Integritas, Zulhas Lantik Uya Kuya Pimpin PAN Jakarta

Sabtu, 27 Juni 2026 | 17:34

Terus Meningkat, Mayoritas Publik Tak Puas Kinerja Wapres Gibran

Sabtu, 27 Juni 2026 | 17:22

Dikuasai Gaya Hidup, Pasar Indonesia Diincar Asing

Sabtu, 27 Juni 2026 | 16:41

Polisi Tangkap Perantara Jual Beli Sabu 1 Kg di Pasar Baru

Sabtu, 27 Juni 2026 | 16:29

JK Resmikan Pembangunan Masjid Hajjah Yuliana Bekas Kantor Polisi di Melbourne

Sabtu, 27 Juni 2026 | 16:00

Selengkapnya