Berita

Asian Youth Games-Nanjing 2013

Olahraga

ASIAN YOUTH GAMES II

Lewati Target, Indonesia Harus Fokuskan Pembinaan Usia Muda

SENIN, 26 AGUSTUS 2013 | 07:42 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Indonesia akhirnya meraih satu emas dua perak dan dua perunggu dalam ajang Asian Youth Games di Nanjing 16-24  Agustus. Hasil ini melewati target awal yang dicanangkan oleh Komite Olimpiade Indonesia (KOI) sebelum multievent internasional ini berlangsung.

Ketua Umum KOI Rita Subowo saat dihubungi di Jakarta Minggu malam (25/8) mengatakan, pada awalnya Indonesia hanya mentargetkan satu perak dan 11 perunggu di AYG yang tahun ini memasuki edisi kedua. Ternyata pada AYG II Indonesia mampu meraih satu emas, dua perak dan dua perunggu.

Jumlah ini juga melampaui perolehan di AYG 2009 Singapura. Saat itu Indonesia hanya meraih satu perunggu dari cabang olahraga bola voli pantai dan berada di urutan 21.


"Hasil ini membanggakan dan di luar dugaan kita. Namun jangan membuat kita terlena karena bangsa-bangsa lain khususnya di Asia Tenggara juga mengalami kemajuan pesat," kata Rita.

Satu emas Indonesia diraih Ricky Anggawijaya dari nomor renang gaya punggung 100 meter putra. Ricky juga menyumbang satu perak dari gaya punggung 200 meter putra.  Atlet renang yang juga menyumbang medali yaitu Lorenza Monalisa Arieswaty dengan perunggu di nomor 200 meter gaya kupu-kupu putri.  Cabang atletik menyumbang satu perak dan satu perunggu atas nama Aprilia Katrina di nomor lari 1500 meter putri serta Ken Ayuthaya Purnama dari 100 meter lari gawang putri.

Sayangnya cabang lain yang menjadi target malah gagal meraih satu medalipun seperti bulutangkis, angkat besi dan taekwondo. Padahal jika mereka sukses tentu akan menambah pundi-pundi medali dan menaikkan peringkat Indonesia lebih tinggi.

Secara keseluruhan Indonesia berada di peringkat 15 Asia, dan keenam ASEAN di bawah Thailand, Singapura, Vietnam, Malaysia dan Filipina. Tuan rumah Cina menjadi juara umum dengan 45 emas 23 perak dan 23 perunggu.

Chieff de Mission Indonesia Ade Lukman mengatakan, Indonesia tidak boleh melalaikan pembinaan olahraga khususnya untuk kalangan remaja. Pasalnya, Thailand, Singapura dan Malaysia saja sudah melakukan persiapan sejak tiga tahun terakhir.

"Peta persaingan di Asia sudah sangat berat, khususnya di ASEAN. Negara tetangga sudah sejak awal mempersiapkan diri dengan sentralisasi pada satu pelatnas. Berbeda dengan kita, biasanya daerah enggan melepas atlet mudanya untuk sentralisasi di Jakarta," kata Ade. [rus]

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Fahira Idris Dukung Pelarangan Medsos Buat Anak di Bawah 16 Tahun

Minggu, 08 Maret 2026 | 01:58

UPDATE

Olah TKP Freeport

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:16

Rismon Rela Dianggap Pengkhianat daripada Menyembunyikan Kebenaran

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:14

Bandung Dalam Diplomasi Konfrontasi dan Kemunafikan Diplomasi

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:05

Roy Suryo Tegaskan Permintaan Maaf Rismon ke Jokowi Bersifat Pribadi

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:00

KPK Panggil Pengusaha James Mondong dalam Kasus Suap Impor di Bea Cukai

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:54

Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:47

EMAS Rampungkan Fase Konstruksi, Fokus Kejar Target Produksi

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:40

DPR Jangan Pilih Lagi Anggota KPU yang Tak Profesional!

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:29

Kapolri dan Panglima TNI Pantau Pelabuhan Merak Via Helikopter

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:23

Trump Yakin Pemimpin Baru Iran Masih Hidup tapi Terluka Parah

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:17

Selengkapnya