Berita

FOTO:NET

Olahraga

Sistem Pelaksanaan KJS Terbukti Masih Amburadul

MINGGU, 25 AGUSTUS 2013 | 16:26 WIB | LAPORAN:

Program monumental layanan kesehatan gratis DKI Jakarta dalam bentuk Kartu Jakarta Sehat (KJS) dinilai publik masih jauh dari harapan dan tidak seindah yang dipromosikan.

"KJS tidak ada bedanya dengan layanan kesehatan gratis yang sudah diterapkan sebelumnya," terang Direktur Eksekutif Lembaga Survei Independen Nusantara (LSIN), Yasin Mohammad melalui rilis kepada Rakyat Merdeka Online, Minggu (25/8).

Yasin menambahkan, dari hasil penelitian dan kajian LSIN selama bulan Juni 2013, mayoritas warga Jakarta masih mengeluhkan mekanisme pelaksanaan program KJS yang diluncurkan Pemprov sejak akhir tahun 2012 lalu. Setidaknya ada 81,4 persen warga DKI setuju program KJS tapi dengan syarat.


Pada tahap awal pendaftaran kepesertaan KJS, Pemprov DKI menggunakan data penduduk miskin BPS tahun 2011. Belakangan proses pendaftaran diubah dengan cukup mendaftarkan diri ke puskemas terdekat dengan pola proaktif masyarakat. Sayanganya, sistem pendaftaran KJS di Puskemas tidak dibarengi dengan pembentukan tim surveyor dan verifikator untuk menentukan siapa yang layak mendapatkan KJS.

"Pemprov DKI memang menggandeng PT ASKES sebagai mitra KJS untuk kepesertaan, namun hanya sebatas mencegah kepesertaan ganda," papar Yasin.

Permasalahan lainnya menyangkut sosialisasi yang masih minim, proses pencetakan dan pendistribusian lama dan pendaftaran tidak bisa diwakilkan. Dampaknya KJS tidak tepat sasaran atau tidak mengutamakan warga miskin dan rentan miskin.

"Banyak terjadi kesalahan pencetakan kartu dan terjadi penolakan saat pendaftaran," bebernya lebih lanjut.

Seperti diketahui, kepesertaan KJS oleh Pemprov DKI dicanangkan untuk penduduk miskin dan rentan miskin. Faktanya, Dinas Kesehatan Jakarta menjalankan sistem pendaftaran KJS dengan menerima siapa saja penduduk DKI asalkan ber-KTP DKI dan mau menerima paket layanan KJS seperti layanan kelas III di RS. Dinkes tidak peduli warga mampu atau miskin. Imbasnya, keterlibatan PT ASKES sebagai mitra KJS tidak diperuntukkan oleh Dinkes mendata penduduk miskin dan rentan miskin yang seharusnya memperoleh KJS melainkan sebatas memastikan tidak adanya double identity.

Sistem yang demikian menunjukkan tidak adanya sinkronisasi antara Pemprov dengan Dinkes Jakarta dan berdampak pada ketidaktepatan sasaran kepesertaan KJS. Kartu peserta KJS banyak jatuh di tangan orang mampu. Padahal data Kemenkes RI menunjukkan bahwa angka kesakitan/kematian masyarakat miskin tiga kali lipat besarnya dibandingkan masyarakat mampu.

"LSIN menyimpulkan bahwa sistem pelaksanaan KJS terbukti masih berantakan mulai dari proses sistem kepesertaan, layanan kesehatan, mekanisme pembayaran, hingga ketidakjelasan proyeksi KJS mendatang," demikian Yasin.[wid]


Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Fahira Idris Dukung Pelarangan Medsos Buat Anak di Bawah 16 Tahun

Minggu, 08 Maret 2026 | 01:58

UPDATE

Olah TKP Freeport

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:16

Rismon Rela Dianggap Pengkhianat daripada Menyembunyikan Kebenaran

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:14

Bandung Dalam Diplomasi Konfrontasi dan Kemunafikan Diplomasi

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:05

Roy Suryo Tegaskan Permintaan Maaf Rismon ke Jokowi Bersifat Pribadi

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:00

KPK Panggil Pengusaha James Mondong dalam Kasus Suap Impor di Bea Cukai

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:54

Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:47

EMAS Rampungkan Fase Konstruksi, Fokus Kejar Target Produksi

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:40

DPR Jangan Pilih Lagi Anggota KPU yang Tak Profesional!

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:29

Kapolri dan Panglima TNI Pantau Pelabuhan Merak Via Helikopter

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:23

Trump Yakin Pemimpin Baru Iran Masih Hidup tapi Terluka Parah

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:17

Selengkapnya