Berita

Andy Murray

Olahraga

Murray Tak Gentar Segrup Dengan Nole

Drawing AS Terbuka 2013
SABTU, 24 AGUSTUS 2013 | 09:23 WIB

Undian atau drawing kompetisi tenis Amerikat Serikat (AS) Terbuka 2013 telah dilakukan dini hari kemarin. Hasil undian tersebut berpotensi mempertemukan dua finalis Amerika Serikat (AS) Terbuka 2012, Novak Djokovic dan Andy Murray.

Djokovic akan memulai perjuangannya dengan menghadapi wakil asal Lithuania, Ricardas Berankis. Sementara Andy Murray bakal bertemu Michael Llodra di babak pertama.

Bila keduanya mulus mengatasi hadangan lawan-lawannya, mereka akan menciptakan final ulangan di babak delapan besar. Menempatkan Djokovic pada grup yang sama dengan juara bertahan Andy Murray.


Dari 19 pertemuan keduanya, Nole, sapaan akrab Djokovic, meraih kemenangan 11 kali. Namun kekalahan atas Murray di final tahun lalu membuat dia harus puas dengan status finalis di AS Terbuka untuk tiga tahun beruntun.

Hal ini membuat Djokovic menjadi unggulan teratas turnamen ini sekaligus berstatus finalis tahun lalu.


Dengan rekam jejak Nole itu tak lantas membuat Murray yeng merupakan petenis unggulan ketiga dan juga juara bertahan gentar.

“Saya datang kemari saat berusia 15 tahun. Di sinilah saya mendapatkan gelar juara grand slam pertama. Begitu pula dengan gelar juara junior saya dapatkan pertama di sini,” katanya di situs resmi AS Terbuka.

Di nomor putri, Serena Williams bakal dihadang laga sulit pada babak pertama Amerika Serikat (AS) Terbuka. Petenis tuan rumah itu bentrok dengan juara Prancis Terbuka 2010 dari Italia Francesca Schiavone.

Di atas kertas Serena lebih dominan dibandingkan Schiavone. Dari tujuh pertemuan Schiavone hanya bisa merebut dua kemenangan. Itupun dengan satu pertandingan berakhir dengan mundurnya Serena lantaran cedera.

Malah, pertemuan keduanya di hard court selalu dimenangkan Serena. Pertemuan terakhir di hard court terjadi di babak kedua Toronto Open tahun ini. Petenis kelahiran Michigan 31 tahun lampau itu juga unggul pada pertemuan di babak ketiga AS Terbuka 2005.

Meski memiliki rentetan sejarah laga yang baik, tak membuat Serena besar kepala. Dia selalu fokus dan menanggapi serius setiap laga yang dilakoninya. “Setiap pertandingan selalu saya anggap tidak mudah. Saya fokus pada satu persatu pertandingan,” pungkas Serena di Skysport.

Sekadar catatan, jika langkah Serena mulus sampai babak keempat, kemungkinan besar dia bakal bersua dengan kompatriotnya Sloane Stephens.

Meskipun sesama satu negara, pertarungan keduanya selalu sengit. Serena kandas di tangan Stephens saat bersua di Australia Terbuka 2013, meski sebelumnya dia menang pada Brisbane Terbuka di tahun yang sama. [Harian Rakyat Merdeka]

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Fahira Idris Dukung Pelarangan Medsos Buat Anak di Bawah 16 Tahun

Minggu, 08 Maret 2026 | 01:58

UPDATE

Olah TKP Freeport

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:16

Rismon Rela Dianggap Pengkhianat daripada Menyembunyikan Kebenaran

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:14

Bandung Dalam Diplomasi Konfrontasi dan Kemunafikan Diplomasi

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:05

Roy Suryo Tegaskan Permintaan Maaf Rismon ke Jokowi Bersifat Pribadi

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:00

KPK Panggil Pengusaha James Mondong dalam Kasus Suap Impor di Bea Cukai

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:54

Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:47

EMAS Rampungkan Fase Konstruksi, Fokus Kejar Target Produksi

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:40

DPR Jangan Pilih Lagi Anggota KPU yang Tak Profesional!

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:29

Kapolri dan Panglima TNI Pantau Pelabuhan Merak Via Helikopter

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:23

Trump Yakin Pemimpin Baru Iran Masih Hidup tapi Terluka Parah

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:17

Selengkapnya