Berita

rudi rubiandini/net

SUAP SKK MIGAS

Skenario Penyelamatan Usai Penangkapan Rudi Rubiandini

KAMIS, 22 AGUSTUS 2013 | 16:40 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Penangkapan Rudi Rubiandini menyasar pihak lain. Pejabat penting di Kementerian ESDM makin terjepit. Si pejabat makin terjepit karena penyidik KPK sudah menemukan dan menyita 200 ribu dolar di salah satu ruangan di Kementerian yang di pimpin Jero Wacik tersebut.

Untuk 'menyelamatkan' posisi si pejabat, pejabat lain yang punya kewenangan besar di SKK Migas telah menyusun skenario 'penyelamatan'.  

Begitu informasi yang beredar di kalangan terbatas hari ini, atau delapan hari setelah Kepala SKK Migas non aktif Rudi Rubiandini dicokok petugas KPK usai menerima 400 dolar AS yang diduga suap dari Komisaris Kernel Oil, Simon G. Tanajaya, Selasa (13/8) lalu.


Skenario penyelamatan yang dimaksud adalah, pejabat di SKK Migas tersebut melakukan kesepakatan dengan oknum KPK melalui seorang berinisal L, bekas pejabat penting di KPK. Kepada pucuk pimpinan di Kementerian ESDM, pejabat SKK Migas itu mengusulkan agar L dijadikan Deputi Dukungan Bisnis SKK Migas sebagai kompensasi. Selain mengamankan pejabat Kementerian ESDM terseret pusara suap Rudi,  L juga bertugas sekaligus memulihkan nama baik SKK Migas yang hancur akibat penangkapan Rudi.

Skenario tambahan lainnya, mengusulkan seorang lain berinisial Bi sebagai calon Kepala Deputi Pengawasan Internal SKK Migas. Bi bukan sekarang ini tercatat sebagai jajaran eksekutif di SKK Migas.

L disebut-sebut pernah menempati posisi sebagai salah satu direktur di KPK. Dia dikenal juga sebagai orang dekat bekas orang nomor wahid di Kementerian ESDM.

Dunia Migas bukan hal baru bagi L. Dia pernah menjadi salah seorang deputi khusus menyorot masalah hukum di BP Migas. Ketika L di BP Migas, praktis tidak ada 'pemantauan' khusus KPK maupun lembaga penegak hukum lainnya pada BP Migas. Namun ketika BP Migas dibubarkan oleh MK, L tidak masuk dalam jajaran eksekutif SKK Migas era Rudi.

Suap SKK Migas Rudi Rubiandini merupakan 'operasi besar' pejabat SKK Migas yang sekarang sedang menjalankan skenario penyalamatan, seolah-olah begitu, yang dibantu oleh L untuk menggulingkan Rudi. Motifnya hanya satu, si pejabat SKK Migas itu ngebet menjadi orang terpenting di SKK Migas yang jadi kepentingan asing, sementara L sakit hati dengan Rudi.

Manuver duet maut keduanya setelah menggusur Rudi adalah, pucuk pimpinan ESDM dan partai penguasa selamat, dan KPK nikmati gratifikasi atas proyek-proyek yang didukung oleh L sebagai Deputi Dukungan Bisnis. [dem]

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Harga Emas Dunia Terkoreksi Saat Ultimatum Trump Dekati Tenggat

Senin, 06 April 2026 | 08:19

Krisis Global Memanas, Industri Air Minum Tercekik Lonjakan Harga Kemasan

Senin, 06 April 2026 | 08:06

Sektor Bisnis Arab Saudi Terpukul, Pertama Kalinya dalam 6 Tahun

Senin, 06 April 2026 | 08:00

Trump Ancam Ciptakan Neraka untuk Iran jika Selat Hormuz Tak Dibuka

Senin, 06 April 2026 | 07:48

AS Berhasil Selamatkan Pilot Jet Tempur F-15 di Pegunungan Iran

Senin, 06 April 2026 | 07:36

Strategi WFH di Berbagai Negara Demi Efisiensi Energi

Senin, 06 April 2026 | 07:21

Cadangan Pangan Pemerintah Capai Level Tertinggi, Aman hingga Tahun Depan

Senin, 06 April 2026 | 07:06

Daya Kritis PBNU ke Pemerintah Makin Melempem

Senin, 06 April 2026 | 06:32

Amerika Negara dengan Ideologi Kapitalisme Menindas

Senin, 06 April 2026 | 06:12

Isu Pemakzulan Prabowo Belum Padam Total

Senin, 06 April 2026 | 06:07

Selengkapnya