Berita

Endriartono Sutarto

Wawancara

WAWANCARA

Endriartono Sutarto: Saya Siap Dipecat Dari Jabatan Ketua Wanbin Partai Nasdem

KAMIS, 22 AGUSTUS 2013 | 08:54 WIB

Bekas Panglima TNI Endriartono Sutarto mengaku siap dipecat dari Ketua Dewan Pertimbangan (Wanbin) Partai Nasdem.

”Kalau memang risikonya dipecat karena ikut konvensi capres Partai Demokrat, saya akan terima. Sebab itu kan kebijakan dari Partai Nasdem,” ujar  Endriartono Sutarto  kepada Rakyat Merdeka,  kemarin.

Endriartono menyadari jabatan Ketua Wanbin itu penting. Sebab, menentukan langkah  partai. Makanya harus diisi secepatnya.


”Saya sudah menghitung untung ruginya ikut konvensi capres, termasuk konsekuensi dipecat dari jabatan Ketua Wanbin Partai Nasdem,’’ paparnya.

Berikut kutipan selengkapnya:

Apa Anda sudah diberitahu akan dipecat?
Saya tidak tahu perihal pemecatan itu. Tapi saya sudah menyatakan siap ikut konvensi capres Partai Demokrat. Saya juga sudah mengajukan surat permohonan non aktif sebagai Ketua Wanbin Partai Nasdem.

Kapan suratnya disampaikan?
Saya mengajukan permintaan non aktif satu hari setelah berbicara dengan Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh. Saya berbicara dengan Pak Surya tentang keputusan ikut konvensi ini kan pada H+3 lebaran. Berarti surat itu saya sampaikan 12 Agustus 2013.
 
Mengapa terburu-buru, peserta konvensi itu kan belum final?
Saya beranggapan tidak bisa kedua kaki berada di dua tempat berbeda. Menurut saya, etikanya harus minimal non aktif dari Partai Nasdem.
     
Apa reaksi Surya Paloh?
Pak Surya Paloh oke, nggak ada masalah. Beliau menyadari parpol adalah tempat bagi orang-orang yang ingin memberikan sumbangsih kepada bangsa. Tempat kaderisasi untuk mempersipkan kepemimpinan nasional. Beliau menghormati keputusan saya.
 
Kenapa Anda tertarik ikut konvensi capres?
Apa yang ditawarkan Partai Demokrat itu menurut saya jalan terbaik bagi siapapun  untuk memberikan sumbangan terbaik bagi bangsa.

Konvensi capres Demokrat  itu peluang terbaik untuk mewujudkan keinginan menjadi pemimpin nasional.  Makanya saya ikut.
 
Bukankah Partai Nasdem juga bisa menjadi kendaraan menjadi capres?
Memang, tapi itu kan nanti. Saat ini kan Nasdem itu partai baru. Sebagai partai baru, Nasdem harus berjuang dulu di pemilu legislatif kalau mau mengusung capres.

Sejumlah peserta konvensi sudah memiliki tim sukses, bagaimana dengan Anda?
Tentu sudah ada. Saya sudah memiliki tim itu sejak terjun ke dunia politik.

Keikutsertaan saya dalam konvensi pun karena mendapat masukan dari tim sukses. Berdasarkan analisa mereka, saya lebih baik ikut konvensi.
 
Anda yakin menang?
Kalau bicara tentang kepercayaan diri, tentu saja saya yakin. Apa gunanya ikut konvensi kalau tidak memiliki keyakinan untuk memenangkan persaingan. Itu namanya sudah kalah sebelum berperang.
 
Peserta lain juga yakin menang, ini bagaimana?
Saya tentunya berharap bisa memenangkan konvensi. Bukan berarti saya meragukan kandidat lain loh. Kalaupun saya kalah, saya harap pemenangnya adalah kandidat terbaik. Sebab ini kan menyangkut masa depan bangsa.

Saya lihat nama-nama yang beredar saat ini adalah tokoh-tokoh yang unggul. Saya cuma berharap Indonesia dipimpin orang terbaik, supaya bangsa ini bisa terus maju dan semakin besar.

Sempat ada isu kalau pemenang konvensi capres sudah ditentukan, ini bagaimana?
Saya tidak mau berpikir negatif. Kita lihat saja nanti saat semua persyaratan sudah jelas. Ini kan baru awal, Komite Konvensi baru saja dibentuk.

Syarat-syarat yang akan berlaku pun belum benar-benar diketahui. Orang bisa saja beranggapan seperti itu, tapi kalau saya memilih untuk tidak berprasangka negatif.
 
Seandainya kalah di konvensi, apa Anda  kembali ke Nasdem atau masuk Demokrat?
Soal itu belum bisa saya putuskan.

Nantilah akan kami perhitungkan bagaimana baiknya. Yang jelas saat ini saya mau mengikuti konvensi. [Harian Rakyat Merdeka]

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

BPOM Terbitkan Aturan Baru untuk Penjualan Obat di Minimarket

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:01

Jaksa KPK Endus Ada Makelar Kasus dalam Kasus Bea Cukai

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:59

Kapolri Dianugerahi Tanda Kehormatan Adhi Bhakti Senapati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:50

Komisi XIII DPR Desak LPSK Lindungi Korban Kasus Ponpes Pati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:39

Pengembangan Koperasi di Luar Kopdes Tetap jadi Prioritas

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:20

AS Galang Dukungan PBB untuk Tekan Iran di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:19

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Komdigi Lakukan Blunder Kuadrat soal Video Amien Rais

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:06

Menteri PU: Pejabat Eselon I Diisi Putra dan Putri Terbaik

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:58

RI Jangan Lengah Meski Konflik Timur Tengah Mereda

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:45

Selengkapnya