Berita

Jumhur Hidayat/net

Politisi PKS Sambut Baik Jumhur Hidayat Ikut Konvensi

SELASA, 20 AGUSTUS 2013 | 18:17 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Politisi Partai Keadilan Sejahtera Tamsil Linrung menilai kualitas dan track record Moh Jumhur Hidayat sebagai pemimpin tidak perlu diragukan lagi. Sebagai Kepala BNP2TKI, Moh Jumhur Hidayat sudah membuktikan menjadi seorang pemimpin yang baik.

"Saya senang nama Jumhur Hidayat diusulkan untuk masuk dalam konvensi Capres Demokrat. Dia sukses memimpin BNP2TKI. Itu modal yang sangat berharga sebagai pemimpin, apalagi mendapat dukungan dari berbagai daerah," ujar Tamsil.

Tamsil yang juga merupakan anggota Komisi X DPR RI mengatakan hal itu Senin kemarin (19/8) di sela acara deklarasi dukungan Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) Sulawesi Selatan dan Organisasi Putra Jawa Keturunan Sulawesi (Pujakesula) kepada Jumhur Hidayat yang digelar di Lapangan Emi Sailan Jalan Hertasning, Kota Makassar.


Sebagai pejabat negara yang mendapatkan pujian dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena dinilai bersih dan kemajuan yang signifikan dalam menangani penanggulangan persoalan TKI, kata Tamsil seperti tertulis dalam keterangan pers yang diterima redaksi, Jumhur Hidayat sebagai tokoh muda patut diperhitungkan dalam konvensi nanti.

"Dia terbukti bersih. Tujuh tahun memimpin BNP2TKI, dia berhasil membawa lembaga negara itu bersih dari praktik korupsi. Dia juga berhasil dalam menangani persoalan TKI," pungkasnya.

APKLI Sulawesi Selatan dan Pujakesula mendesak Majelis Tinggi Partai Demokrat untuk mengikutsertakan Jumhur Hidayat sebagai peserta konvensi Capres Partai Demokrat yang akan digelar September mendatang.

"Kami menginginkan Moh Jumhur Hidayat dimasukan dalam daftar nama peserta capres konvensi Partai Demokrat," ujar Ketua APKLI Sulawesi Selatan Sugeng Imam Santoso di sela acara deklarasi.

Menurut Sugeng, dari sejumlah nama peserta konvensi yang diundang dan direkomendasikan Majelis Tinggi (MT) Partai Demokrat, tidak satupun yang memiliki dukungan riil dari masyarakat. Selain itu, track record para peserta konvensi juga dinilai belum bisa mewakili kepentingan masyarakat kalangan bawah.

"Dari beberapa nama peserta yang digadang-gadang maju di konvensi, tidak satupun yang mempunyai basis massa yang riil. Mereka juga dianggap tidak pro rakyat," tegasnya dihadapan ribuan anggota APKLI Sulawesi Selatan dan Pujakesula. [dem]

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Harga Emas Dunia Terkoreksi Saat Ultimatum Trump Dekati Tenggat

Senin, 06 April 2026 | 08:19

Krisis Global Memanas, Industri Air Minum Tercekik Lonjakan Harga Kemasan

Senin, 06 April 2026 | 08:06

Sektor Bisnis Arab Saudi Terpukul, Pertama Kalinya dalam 6 Tahun

Senin, 06 April 2026 | 08:00

Trump Ancam Ciptakan Neraka untuk Iran jika Selat Hormuz Tak Dibuka

Senin, 06 April 2026 | 07:48

AS Berhasil Selamatkan Pilot Jet Tempur F-15 di Pegunungan Iran

Senin, 06 April 2026 | 07:36

Strategi WFH di Berbagai Negara Demi Efisiensi Energi

Senin, 06 April 2026 | 07:21

Cadangan Pangan Pemerintah Capai Level Tertinggi, Aman hingga Tahun Depan

Senin, 06 April 2026 | 07:06

Daya Kritis PBNU ke Pemerintah Makin Melempem

Senin, 06 April 2026 | 06:32

Amerika Negara dengan Ideologi Kapitalisme Menindas

Senin, 06 April 2026 | 06:12

Isu Pemakzulan Prabowo Belum Padam Total

Senin, 06 April 2026 | 06:07

Selengkapnya