Berita

rudi rubiandini/net

Politik

Rudi Rubiandini: Jangan Bikin Negara Heboh

Tidak Ada Pemerasan oleh Partai Demokrat
SENIN, 19 AGUSTUS 2013 | 23:43 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Kepala SKK Migas non aktif Rudi Rubiandini menegaskan penangkapan dirinya terkait dugaan suap oleh KPK sama sekali tidak berhubungan dengan Konvensi Capres yang dihelat Partai Demokrat.

Rudi mengatakan apa yang terjadi pada dirinya tidak ada kaitannya dengan politik, melainkan murni masalah hukum.

"Jadi tidak benar kalau saya diperas Partai Demokrat, apalagi menerima suap untuk memberi dana konvensi. Janganlah bikin negara heboh begitu," ucap Rudi dalam wawancara ekslusif kepada JPNN, Senin (19/8).


Rudi yang kini mendekam di rutan KPK yang terletak di basement gedung KPK menyatakan karena masalah yang menjeratnya adalah adalah masalah hukum, maka dirinya akan perjuangkan semuanya sesuai hukum yang berlaku.

Rudi mengaku sangat ingin mengklarifikasi terkait tudingan miring yang banyak dialamatkan terhadap dirinya paska penangkapan oleh KPK, antara lain soal tuduhan menjadi bagian mafia migas.

"Tapi saya tidak mau dulu. Saya tidak mau mengganggu proses yang ada ini. Saya dekat dengan kawan-kawan wartawan, terutama yang biasa liputan di ESDM. Sampaikan salam saya untuk mereka, karena selama ini mereka tahu siapa saya. Mudah-mudahan ada yang memahami posisi saya. Kalau ada mau menulis tentang komitmen saya yang baik-baik, saya ucapkan terimakasih," tuturnya. [dem]


Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

UPDATE

JK Menjelma Imam Besar Bagi Kelompok di Luar Kekuasaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:17

KPK Benarkan Panggil Pengusaha Rokok Haji Her, Tapi Mangkir dari Pemeriksaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:02

Komisi X DPR Tekankan Kesejahteraan Guru dalam Revisi RUU Sisdiknas

Rabu, 08 April 2026 | 10:00

Iran Sebut Trump Setuju Penuhi 10 Syarat Gencatan Senjata

Rabu, 08 April 2026 | 09:56

IHSG Balik ke Level 7.000-an, Rupiah Menguat Usai Tersungkur ke Rekor Terendah

Rabu, 08 April 2026 | 09:54

Akselerasi Penyehatan, Adhi Karya Lakukan "Bersih-Bersih" Neraca

Rabu, 08 April 2026 | 09:40

Manuver JK Tak Perlu Dikhawatirkan

Rabu, 08 April 2026 | 09:33

Imparsial: Sudah Mendesak Dilakukan Revisi UU Peradilan Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:32

Berkas Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Dilimpahkan ke Oditurat Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:21

KPK Soroti Dugaan Aliran Fasilitas ke Faisal Assegaf

Rabu, 08 April 2026 | 09:04

Selengkapnya