Kepala Satuan Kerja Khusus (SKK) Migas non aktif, Rudi Rubiandini, membantah telah menyebarkan pesan blackberry yang berisi penyesalan dan keluhan seputar kasus suap yang melilitnya.
"Tidak benar. Dari mana ada berita itu," kata Rudi dalam wawancara eklusif kepada JPNN, Senin (19/8).
Rudi juga membantah keras isi broadcast BBM yang mulai beredar Sabtu (18/8) malam itu, bahwa dia menerima suap lantaran ditekan oleh pihak tertentu untuk mencari biaya konvensi calon presiden Partai Demokrat.
Rudi menegaskan itu semua sebagai fitnah yang mengatasnamakan dirinya.
"Tidak benar itu semua. Saya tidak pernah menuliskan pesan apalagi surat," demikian Rudi.
Sebelumnya diberitakan, beredar broadcast BBM yang mengatasnamakan Rudi. Dalam pesan tersebut dia mengaku sangat menyesal atas penangkapan dirinya oleh tim Komisi Pemberantasan Korupsi terkait suap dari eksekutif Kernel Oil Ltd, Simon Gunawan Tanjaya. Berikut isi pesan tersebut:
"Kepada seluruh rakyat Indonesia saya memohon maaf atas apa yang telah saya lakukan sehingga saya tertangkap oleh KPK. Dan kepada rekan-rekan kerja di SKK MIGAS saya juga memohon maaf atas apa yang terjadi kepada diri saya dan saya berharap apa yang terjadi pada diri saya ini menjadi pelajaran berharga bagi rekan-rekan di SKK MIGAS khususnya dan di Industri Migas pada umumnya.
Karena kalau saya boleh mengatakan apa adanya apa yang telah saya lakukan bukanlah semata atas kehendak saya pribadi namun saya lebih kepada situasi yang membuat saya terjepit karena adanya permintaan dana yang cukup besar kepada saya dari pengurus partai berkuasa yang akan melakukan konvesi.
Permintaan dana tersebut mereka lakukan hampir setiap saat kepada saya dan seringkali tidak mengenal waktu, sementara disatu sisi saya pribadi juga tidak mempunyai dana seperti yang mereka minta, apalagi saat ini saya juga sedang memikirkan ibu saya yang sedang sakit disalah satu rumah sakit di Bandung dan juga saya masih punya kewajiban pelunasan pembayaran rumah di jalan Brawijaya yang belum saya lunasi sepenuhnya, dan dalam situasi seperti itulah saya tidak dapat menolak uang yang disodorkan kehadapan saya dengan harapan saya dapat mengurangi tekanan permintaan dana dari pengurus partai berkuasa yang sejujurnya sudah sangat mengganggu pikiran dan konsentrasi saya dalam bekerja untuk memperbaiki Industri Perminyakan di tanah air.
Demikian permohonan maaf ini saya ucapkan dengan rasa penyesalan yang mendalam, sekali lagi saya memohon maaf kepada semua pihak yang telah saya kecewakan.
[dem]