Berita

FOTO:NET

Olahraga

Tokoh dan Sesepuh Berkumpul Bahas Penggusuran PKL dan Rumah Jagal Tanah Abang

SENIN, 19 AGUSTUS 2013 | 12:25 WIB | LAPORAN:

Senator asal DKI Jakarta, Dani Anwar mengingatkan, masalah penggusuran lapak pedagang kaki lima (PKL) di Pasar Tanah Abang harus disikapi secara serius. Sebab, hampir semua warga Tanah Abang bergantung hidupnya dari situ.

Hal ini diutarakan Dani saat acara Silaturahmi Kumpul Bareng Masyarakat Tanah Abang (Sikumbang) di antaranya tokoh dan pejabat yang hadir yakni KH Syukur Yakub, Wakil Ketua DPRD Jakarta Lulung Lunggana dan M Yusuf bin Muhi alias Bang Ucu.

"Mumpung momennya bagus dan semuanya kumpul, ayo kita bahas persoalan penertiban PKL di wilayah kita dengan melihat arogansi Wakil Gubernur Ahok dalam menyikapi penertiban PKL ini. Kalau memang merugikan kita sebagai warga Tanah Abang  musti bersikap," tegas Dani dalam siara pers, Senin (19/8).


Lanjut Dani, harus diakui penertiban PKL berimbas pada warga Tanah Abang, apalagi terkait rencana Pemprov DKI menutup tempat pemotongan hewan (TPH) kambing.

"Coba kalau ditutup, warga Tanah Abang yang bekerja di sana kemana lagi mereka harus kerja. Sekarang katanya tidak jadi ditutup cuma mau dipindah tempatnya, tapi belum dipastikan tempatnya. Baru beredar katanya, katanya," cetus Dani lagi.

Patut diingat, RPH kambing sudah menjadi ciri khas dari Tanah Abang yang biasa disebut Tenabang, selain ilmu silatnya.

"Kalau tempat jagal di Tenabang ini dihilangkan berarti Pemprov sudah menghilangkan tradisi yang ada di Tanah Abang," tegasnya.

Didasari kondisi ini pula, ia menduga ada balas dendam di balik penertiban PKL Tanah Abang. Sebab seperti diketahui, suara Jokowi-Ahok saat Pilkada Jakarta 2012 lalu terbilang kecil di Kecamatan Tanah Abang.

"Saya pribadi menduganya ke arah sana. Melihat persoalan saat ini dan yang akan terjadi mendatang di Tanah Abang,  saya minta warga Tanah Abang tetap bersatu dan tetap menjalin ukhuwah islmiyah," imbuh Dani.[wid]

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

UPDATE

Prabowo Desak Bos Batu Bara dan Sawit Dahulukan Pasar Domestik

Sabtu, 14 Maret 2026 | 00:10

Polisi Harus Ungkap Pelaku Serangan Brutal terhadap Aktivis KontraS

Sabtu, 14 Maret 2026 | 00:10

Aparat Diminta Gercep Usut Penyiraman Air Keras terhadap Pembela HAM

Jumat, 13 Maret 2026 | 23:55

Prabowo Ingatkan Pejabat: Open House Lebaran Jangan Terlalu Mewah

Jumat, 13 Maret 2026 | 23:55

Bahlil Tepis Isu Batu Bara PLTU Menipis, Stok Rata-rata Masih 14 Hari

Jumat, 13 Maret 2026 | 23:38

Purbaya Lapor Prabowo Banyak Ekonom Aneh yang Sebut RI Resesi

Jumat, 13 Maret 2026 | 23:32

Kekerasan Terhadap Pembela HAM Ancaman Nyata bagi Demokrasi

Jumat, 13 Maret 2026 | 23:12

Setengah Penduduk RI Diperkirakan Mudik Lebaran 2026

Jumat, 13 Maret 2026 | 23:07

Mentan: Cadangan Beras Hampir Lima Juta Ton, Cukup Hingga Akhir Tahun

Jumat, 13 Maret 2026 | 22:48

Komisi III DPR Minta Dalang Penyerangan Air Keras Aktivis KontraS Dibongkar

Jumat, 13 Maret 2026 | 22:32

Selengkapnya