Berita

denny ja/rmol

Resmi, 52 Persen yang Inginkan Kepastian Lebaran sejak 1 Januari

MINGGU, 18 AGUSTUS 2013 | 16:36 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Dari survei yang diketahui Lingkaran Survei Indonesia (LSI), diketahui bahwa 52.05 persen publik menginginkan kepastian waktu awal puasa dan Lebaran jauh hari, yakni sejak pergantian kalender Masehi 1 Januari.

Sementara hanya 34.10 persen publik yang menginginkan kepastian Lebaran melalui sidang isbat setelah magrib sehari sebelum Lebaran.

Adapun 13.85 persen publik menyatakan tidak tahu dan atau tidak menjawab.


Hasil survei itu diumumkan siang ini (Minggu, 18/8).

"Kalangan masyarakat menginginkan kepastian penetapan awal puasa dan Lebaran sejak 1 Januari terdapat di lintas segmen masyarakat. Diantaranya mereka yang berpendidikan tinggi (68.20 persen), berdomisili di kota (59.19 persen), dan bergender perempuan (57.33 perempuan) menyetujui adanya kepastian penetapan tersebut jauh lebih awal. Untuk mereka yang berpendidikan rendah, warga kelas bawah, berdomisili di desa dan bergender laki-laki, rata-rata memiliki angka ketersetujuan dibawah sedikit lebih rendah," demikian tertulis dalam laporan hasil survei.

Juga disebutkan ada tiga alasan mengapa sebagian besar publik menginginkan kepastian jauh sebelum Lebaran. Pertama, kepastian ini akan memberikan keleluasan bagi masyarakat untuk membuat perencanaan mengingat hari Lebaran sangat penting bagi ritual pribadi, maupun bagi kumpul-kumpul keluarga dan komunitas.

Kedua, ilmu pengetahuan mampu memprediksi waktu secara akurat. Misalnya, memprediksi gerhana bulan dan matahari secara sangat akurat dan sudah teruji.

"Sebanyak 53.66 persen publik beranggapan bahwa kelimuan saat ini sudah bisa menentukan awal Ramadhan dan Lebaran jauh hari sebelumnya. Hanya 31.71 persen publik yang beranggapan bahwa ilmu pengetahuanmasih belum bisa menentukan awal Ramadhan dan Lebaran jauh hari sehingga sistem kalender itu masih perlu ditest di H-1 melalui observasi langsung. Sementara sebanyak 14.63 persen publik menyatakan tidak tahu dan atau tidak menjawab.

Terakhir, lebih banyak anggota masyarakat yang percaya bahwa menentukan awal puasa dan Lebaran jauh-jauh hari juga sah secara hukum agama.

Pendapat ini didukung oleh 58.76 persen publik dan ditentang 24.30 persen publik, sementara 16.94 persen publik menyatakan tidak tahu dan atau tidak menjawab.

Survei dilakukan melalui quick poll pada tanggal 13 dan 14 Agustus 2013 dengan metode multistage random sampling terhadap 1.200 responden dan margin of error sebesar +/- 2.9 persen. Survei dilaksanakan di 33 propinsi di Indonesia. Untuk memperkuat data dan analisa, LSI juga melengkapi survei dengan penelitian kualitatif dengan metode analisis media, FGD, dan in depth interview. [dem]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Kemlu Telusuri Keterlibatan WNI dalam Kasus Online Scam di Malaysia

Jumat, 08 Mei 2026 | 10:18

Pasar Kripto Lesu, Coinbase Rugi Rp6,8 Triliun

Jumat, 08 Mei 2026 | 10:09

Syahganda Nainggolan: Ulama Punya Peran Strategis Bangun Gerakan Koperasi Pesantren

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:49

DPR Dorong Perlindungan Hukum dan Kesejahteraan Driver Ojol Lewat Revisi UU LLAJ

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:31

IHSG-Rupiah Tertekan Jelang Akhir Pekan

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:22

Selamat Jalan, James F. Sundah, Legenda Musik yang Berpulang di New York

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:21

Pelapor Dugaan Penggelapan Sertifikat Tanah Mengadu ke Kapolri

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:18

AS-Iran Saling Serang, Harga Minyak Naik Lagi

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:07

Bursa Asia Lemah saat Selat Hormuz Kembali Tegang

Jumat, 08 Mei 2026 | 08:56

Prabowo Naik Maung ke Pembukaan KTT ke-48 ASEAN di Filipina

Jumat, 08 Mei 2026 | 08:47

Selengkapnya