Berita

BASUKI T PURNAMA/RMOL

Olahraga

DKI Hapus SK Gubernur Soal Uang Kerohiman

JUMAT, 16 AGUSTUS 2013 | 10:05 WIB | LAPORAN:

Pemprov DKI mulai tahun ini sudah mencabut SK Gubernur DKI Jakarta tentang pengantian uang kerohiman. Dengan demikian, tidak ada lagi penggantian uang kerohiman akibat pengerukan belasan sungai melalui Jakarta Emergency Dredging Initiative (JEDI).

"Kita sudah cabut SK gubernur tentang mengganti uang kerohiman. Pokoknya kita enggak ada lagi pinjam duit buat ganti uang kerohiman," tegas Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki T Purnama di Balaikota, Jakarta Pusat, Jumat (1/8).

SK Gubernur dimaksud Basuki adalah SK Gubernur 193/2010 yang berisi tentang pedoman penggantian uang kerohiman oleh penggarap bangunan di atas lahan negara.


Sebelumnya, Pemprov DKI menolak pemberian pinjaman dari Bank Dunia yang sedianya diperuntukkan membayar uang kerohiman atas lahan yang digunakan warga mendirikan rumah. Padahal, warga menempati tanah negara selama bertahun-tahun. Apabila Pemprov DKI membayarkan uang kerohiman, Basuki menilai Pemprov telah mendukung warganya bertindak melawan negara.

"Awalnya, aturan pembebasan sungai itu, kita harus membayar uang kerohiman. Cara itu yang kita tolak ke Bank Dunia, dan itu mengajarkan kita untuk merusak orang," kata Basuki.

Pengerjaan JEDI memang tetap menggunakan pinjaman dari Bank Dunia. Namun, disitu pemerintah pusat yaitu Kementerian Pekerjaan Umum yang bertugas di dalamnya. Pemprov DKI hanya bertugas membebaskkan lahan saja.

Proyek ini diperkirakan menelan dana sebesar 190 juta Dolar AS. Bank Dunia telah memberi pinjaman lunak sebesar 139 juta Dolar AS. Sisanya akan dibebankan ke APBN dan APBD DKI. Kementerian PU memastikan pengerukan 11 sungai dan empat waduk akan dimulai dengan pengadaan tender fisik internasional. Tender fisik akan dimulai dengan tahap prakualifikasi dan tender tujuh paket kegiatan pengerukan.

Semua tender berlangsung terbuka. Kontraktor asing yang ingin mengikuti tender harus membentuk joint venture atau kerja sama dengan kontraktor asal Indonesia.[wid]

Populer

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

UPDATE

Peluang Emas Kuliah Gratis Pendaftaran Beasiswa Unggulan 2026 Resmi Dibuka

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:21

Di Posko Pengungsian, Gibran Pastikan Kebutuhan Anak-Anak Terpenuhi

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:21

Prioritaskan Guru PPPK Wilayah 3T Jadi PNS

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:19

Utang AS Terus Membengkak, Tekanan Fiskal Makin Besar

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:16

Jangan Sampai Utang Gerogoti Ruang Fiskal

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:07

Purbaya Siapkan Rp31 Triliun untuk Pengalihan PPPK ke Pusat

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:05

Emas “di Bawah Bantal” Warga RI Capai 1.800 Ton, Nilainya Diprediksi Tembus Rp4.400 Triliun

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:01

Tak Benar Febrie Minta Emas 74 Kg hingga Uang Dikembalikan

Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:45

Pemerintah Raup Rp34 Triliun dari Lelang SUN

Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:41

Iran Siapkan Serangan Balasan hingga Eropa Jika AS Perluas Perang

Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:41

Selengkapnya