Berita

profesor rudi rubiandini

Benarkah Rudi Rubiandini Kurang Derajat untuk Jadi Pejabat? Atau Hanya Korban Konspirasi Jahat?

JUMAT, 16 AGUSTUS 2013 | 09:15 WIB | OLEH: ADE MULYANA

Publik masih menunggu kepastian apakah Kepala (non-aktif) SKK Migas Rudi Rubiandini bermain sendiri, atau hanya merupakan bagian dari sebuah jejaring mega-korupsi. Atau korban konspirasi.

Sejauh ini baru Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Jero Wacik pejabat "paling dekat" yang terserempet kasus suap senilai Rp 7 miliar ini. Sementara kalangan dengan tegas telah meminta agar Jero Wacik mengundurkan diri, atau Presiden SBY memecat Jero Wacik yang merupakan Kepala Komisi Pengawas SKK Migas. Jero Wacik juga pernah menjadi atasan langsung ketika Rudi Rubiandini menjadi Wakil Menteri ESDM antara 2012-2013.

Jero Wacik juga didesak mundur karena KPK menemukan uang sebesar Rp 2 miliar di kantor Sekjen Kementerian Sekjen ESDM, Waryono Karyo. KPK belum bisa memastikan apakah uang itu ada kaitannya dengan suap yang diterima Rudi Rubiandini dari Kernel Oil Pte Ltd (KOPL).


Di sisi lain, cerita tentang kepribadian Rudi Rubiandini juga terus bersileweran mengiringi perjalanan kasus ini. Bagaimana pun juga, banyak anggota masyarakat yang tak bisa langsung percaya bahwa seorang gurubesar ITB, yang terlihat sopan dan sederhana dapat dengan mudah terlibat dalam kasus suap seperti ini. Dengan cara yang terlalu kasat mata pula.

Seorang pejabat tinggi pemerintah mengatakan, pada awalnya dia menaruh harapan besar pada sosok Rudi Rubiandini. Tetapi, sambungnya, ternyata Rudi Rubiandini tidak cukup derajat untuk jadi pejabat yang dapat diharapkan. Rudi Rubiandini, menurut sang pejabat tinggi pemerintah itu, terlalu mudah hanyut dan larut dalam gemerlap kehidupan, sehingga akhirnya mudah dijebak.

Misalnya, soal hobi baru Rudi Rubiandini main golf. Olahraga yang satu ini adalah pintu masuk tradisional yang kerap digunakan mafia atau kartel dan sejenisnya untuk menjebak pejabat-pejabat yang tidak cukup derajat.

"Waktu saya dengar dia tergila-gila golf, saya sudah menduga karier Pak Rudi tidak akan lama lagi," ujar pejabat tinggi ini saat ditemui di kantornya di Jakarta Selatan.

"Saya sering diajak main golf oleh pihak-pihak yang berkentingan dengan bidang pekerjaan saya. Termasuk mereka yang dari luar negeri. Tapi saya selalu menolak. Kalau mereka tanya: do you play golf? Saya jawab: I do teach golf. Mereka tahu saya menolak," katanya membagi pengalaman.

Informasi lain mengatakan di balik wajah santun dan polosnya, Rudi Rubiandini adalah sosok yang sangat ambisius. Ini dapat terlihat dari perjalanan kariernya sejak lulus dari Jurusan Teknik Perminyakan ITB tahun 1985.

Pria kelahiran Tasikmalaya, Jawa Barat, 9 Februari 1962, ini meraih gelar doktor dari Technische Universitaet Clausthal, Jerman, hanya dalam waktu enam tahun sejak meninggalkan ITB. Riwayat kariernya satu dasawarsa terakhir pun memperlihatkan ambisi yang besar.

Setelah menggondol gelar DR. Ing dari Jerman itu, antara 1995 hingga 1998 Rudi bekerja sebagai Sekretaris Jurusan di almamaternya, Teknik Perminyakan ITB. Ia pun pernah menjadi General Manager Sasana Olahraga Ganesha ITB (2001 - 2005), Direktur Penerbit ITB (2005-2006), Dirut PT LAPI-ITB (2006-2007) dan Direktur Operasi & Keuangan PT LAPI-ITB (2007-2010) sebelum pindah ke Jakarta.

Antara tahun 2009-2010 Rudi menjabat sebagai Wakil Ketua TP3M, Kementrian ESDM dan di saat yang hampir bersamaan menjadi penasihat ahli Kepala BP Migas. Disusul menjadi Deputi Pengendalian Operasi BP Migas dan Sekretaris Korporat BP Migas sampai dipilih sebagai Kepala SKK Migas, lembaga yang menggantikan BP Migas, Januari 2013.

Proses terpilihnya Rudi Rubiandini sebagai SKK Migas-1 pun tak lepas dari sifatnya yang ambisius. Dalam rapat yang dipimpin Wakil Presiden Boediono ketika itu, saat tiba pada persoalan siapa yang akan jadi pemimpin SKK Migas, Menko Hatta Rajasa menyebut nama Rudi Rubiandini. Pertimbangan Hatta Rajasa ketika itu sederhana saja. Rudi Rubiandini ketika itu adalah Wakil Menteri ESDM. Sementara lembaga baru ini akan memiliki kaitan yang kuat dengan Kementerian ESDM, belum lagi Menteri ESDM akan menjadi pemimpin Komisi Pengawas SKK Migas.

Celetukan Hatta Rajasa itu langsung disambar Rudi Rubiandini yang juga hadir dalam rapat. "Saya siap," kata Profesor Rudi.

Karena sedang dalam keadaan darurat menyusul pembubaran BP Migas, akhirnya tanpa banyak pertimbangan pernyataan siap dari Rudi Rubiandini ini pun diamini.

Kejadian ini pula yang barangkali membuat banyak kalangan menduga bahwa Rudi Rubiandini adalah orangnya Hatta Rajasa. Apalagi Rudi Rubiandini juga alumni ITB.

Terlepas dari dua cerita di atas, bukan tidak mungkin masih ada skenario lain, yakni mengorbankan Rudi Rubiandini berkaitan dengan permainan di dalam SKK Migas, khususnya di kalangan elit.

Ada juga pandangan yang mengatakan bahwa Rudi Rubiandini yang polos dan sederhana yang setelah mendapatkan sebagian dari suap di bulan Ramadan, pulang ke Tasikmalaya dengan kereta api kelas ekonomi, adalah korban dari konspirasi internal.

Mana yang benar dari cerita-cerita ini?

Kita tunggu hasil kerja KPK. [dem]

Populer

Enak Jadi Mulyono Bisa Nyambi Komisaris di 12 Perusahaan

Kamis, 12 Februari 2026 | 02:33

Kasihan Jokowi Tergopoh-gopoh Datangi Polresta Solo

Kamis, 12 Februari 2026 | 00:45

Rakyat Menjerit, Pajak Kendaraan di Jateng Naik hingga 60 Persen

Kamis, 12 Februari 2026 | 05:21

Jokowi Layak Digelari Lambe Turah

Senin, 16 Februari 2026 | 12:00

Dua Menteri Prabowo Saling Serang di Ruang Publik

Kamis, 12 Februari 2026 | 04:20

Cara Daftar Mudik Gratis BUMN 2026 Lengkap Beserta Syaratnya

Kamis, 12 Februari 2026 | 20:04

Jokowi Makin Terpojok secara Politik

Minggu, 15 Februari 2026 | 06:59

UPDATE

Tips Aman Belanja Online Ramadan 2026 Bebas Penipuan

Minggu, 22 Februari 2026 | 09:40

Pasukan Elit Kuba Mulai Tinggalkan Venezuela di Tengah Desakan AS

Minggu, 22 Februari 2026 | 09:29

Safari Ramadan Nasdem Perkuat Silaturahmi dan Bangun Optimisme Bangsa

Minggu, 22 Februari 2026 | 09:23

Tips Mudik Mobil Jarak Jauh: Strategi Perjalanan Aman dan Nyaman

Minggu, 22 Februari 2026 | 09:16

Legislator Dorong Pembatasan Mudik Pakai Motor demi Tekan Kecelakaan

Minggu, 22 Februari 2026 | 08:33

Pernyataan Jokowi soal Revisi UU KPK Dinilai Problematis

Minggu, 22 Februari 2026 | 08:26

Tata Kelola Konpres Harus Profesional agar Tak Timbulkan Tafsir Liar

Minggu, 22 Februari 2026 | 08:11

Bukan Gibran, Parpol Berlomba Bidik Kursi Cawapres Prabowo di 2029

Minggu, 22 Februari 2026 | 07:32

Koperasi Induk Tembakau Madura Didorong Perkuat Posisi Tawar Petani

Minggu, 22 Februari 2026 | 07:21

Pemerintah Diminta Kaji Ulang Kesepakatan RI-AS soal Pelonggaran Sertifikasi Halal

Minggu, 22 Februari 2026 | 07:04

Selengkapnya