Berita

KRISIS MESIR

Sebagai Negara Muslim Terbesar, Indonesia Wajib Berdiri Paling Depan

JUMAT, 16 AGUSTUS 2013 | 00:20 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Aksi kekerasan berdarah dingin dan tangan besi yang dilakukan tentara Mesir telah menelan jiwa ratusan orang tewas dan ribuan lainnya cidera. Bagaimanapun juga konflik yang terjadi di Mesir ini sangat memprihatinkan. Seluruh negara muslim wajib turun tangan untuk menghentikan kekerasan itu. Indonesia sebagai negara Muslim terbesar wajib berdiri paling depan.

Demikian disampaikan Forum Pelajar Pemuda Islam Indonesia (FPPII) se-Dunia dalam pernyataan yang diterima redaksi Kamis malam (15/8).

"Operasi pembubaran pendukung Muhammad Mursi yang dilakukan pihak militer di Lapangan An Nahda, Kairo, dengan menggunakan bulldozer dan melepaskan tembakan membabi-buta merupakan tindakan yang tidak dapat di tolerir. Kekejaman yang dilakukan terhadap rakyat sipil merupakan pelanggaran HAM berat," begitu antara lain tertulis dalam pernyataan yang ditandatangani Sekretaris Jenderall FPPII se-Dunia, Muhammad Dhiya.


FPPII juga meminta PBB memberikan sanksi yang tegas kepada pelaku pelanggaran HAM di Mesir.

Selain meminta pemerintah Indonesia agar berdiri paling depan, FPPII juga mengingatkan pemerintah Indonesia segera melindungi seluruh warga negara Indonesia yang berada di Mesir dengan cara mengevakuasi mereka.

"Pemerintah Indonesia juga harus memberikan bantuan medis kepada rakyat sipil Mesir yang terluka. Dan seluruh rakyat Indonesia perlu terus berdoa untuk keselamatan seluruh WNI yang berada di Mesir," demikian Dhiya.

Dalam kesempatan yang sama Dhiya juga mengatakan bahwa FPPII se-Dunia akan menggelar aksi damai bersama South East Asia Humanitarian Committee (Seahum) di Bundaran HI, besok siang (Jumat, 16/7). [dem]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

UPDATE

Komisi I DPR: Kisruh Rating IGRS di Steam Picu Kegaduhan

Rabu, 08 April 2026 | 19:50

JK Jangan jadi Martir Pemecah Belah Bangsa

Rabu, 08 April 2026 | 19:41

Narasi Pesimis di Tengah Gejolak Global Ganggu Stabilitas Nasional

Rabu, 08 April 2026 | 19:19

Ulama Dukung Wacana BNN Larang Vape

Rabu, 08 April 2026 | 19:18

KAMMI: Kerusakan Lingkungan Tidak Bisa Selesai di Ruang Diskusi

Rabu, 08 April 2026 | 19:05

WFH Momentum Perkuat Layanan Digital

Rabu, 08 April 2026 | 19:02

Motor Listrik Operasional SPPG Sudah Direncanakan Sejak 2025

Rabu, 08 April 2026 | 19:00

Harus Melayani, Kader PKB Jangan jadi Tamu 5 Tahunan

Rabu, 08 April 2026 | 18:51

JK Minta Jokowi Tunjukkan Ijazah Asli Buat Akhiri Polemik

Rabu, 08 April 2026 | 18:44

7 Menu Warteg Paling Dicari Orang Indonesia

Rabu, 08 April 2026 | 18:42

Selengkapnya