Berita

RAIHAN ISKANDAR/NET

Politik

POLEMIK SIDANG ISBAT

PKS: Denny JA Tak Paham Sistem Ajaran Islam

KAMIS, 15 AGUSTUS 2013 | 15:57 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Wacana peniadaan sidang isbat penentuan awal puasa Ramadhan dan 1 Syawal yang disampaikan Denny JA menunjukkan bahwa pendiri Lingkaran Survei Indonesia dan Lembaga Survei Indonesia itu tidak memahami sistem dalam ajaran Islam.

Ramadhan memiliki keistimewaan. Dalam hadits jelas disebutkan, awali puasa dengan rukyah (melihat hilal) dan mengakhirnya dengan rukyah.

Begitu disampaikan politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Raihan Iskandar, kepada Rakyat Merdeka Online, Kamis (15/8).


Dari hadits tersebut, kata anggota Komisi VIII DPR RI itu, muncullah ijtihad bahwa penetapan dilakukan dengan kesepakatan.

"Kata dalam haditsnya shuummu, itu artinya buat jama. Artinya dibuat kesepakatan," imbuhnya.

Raihan mengatakan perintah nabi sudah jelas bahwa penetapan awal Ramadhan dan Syawal dilakukan dengan melihat bulan alias rukyah. Hal ini yang menjadi kekhususan Ramadhan, beda dengan bulan lainnya. Penetapan awal dan akhir bulan lainnya tidak masalah menggunakan hisab, tapi untuk Ramadhan harus dengan rukyah.

Dia juga membantah pernyataan Denny JA yang menyebut isbat menunjukkan kebodohan umat Islam. Zaman Rasulullah, para sahabat sudah bisa menetapkan kapan awal dan akhir suatu bulan dalam kalender tahunan jatuh. Tapi, sekali lagi dia tegaskan, Ramadhan merupakan bulan beda, yang memiliki kekhususan.

"Zaman Rasul sahabat sudah menentukan kapan awal dan akhir bulan, mereka sudah mengerti hitung-hitungan. Tapi untuk bulan Ramadhan ada keistimewaan, ada rukyat itu," kata Raihan.

"Ini bukan menafikan hisab, bisa saja dilakukan dengan hisab. Tapi untuk Ramadhan perlu rukyat. Kecuali Pak Deni punya hadist yang lain," sambung dia.[dem]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Menhub Perketat Izin Berlayar di Labuan Bajo demi Keamanan Wisata Nataru

Kamis, 01 Januari 2026 | 08:15

Nasib Kenaikan Gaji PNS 2026 Ditentukan Hasil Evaluasi Ekonomi Kuartal I

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:58

Cahaya Solidaritas di Langit Sydney: Menyongsong 2026 dalam Dekapan Duka dan Harapan

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:40

Refleksi Pasar Ekuitas Eropa 2025: Tahun Kebangkitan Menuju Rekor

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:13

Bursa Taiwan Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah Berkat Lonjakan AI

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:02

3.846 Petugas Bersihkan Sampah Tahun Baru

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:58

Mustahil KPK Berani Sentuh Jokowi dan Keluarganya

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:22

Rakyat Sulit Maafkan Kebohongan Jokowi selama 10 Tahun

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:03

Pilkada Lewat DPRD Abaikan Nyawa Demokrasi

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:45

Korupsi Era Jokowi Berlangsung Terang Benderang

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:21

Selengkapnya