Berita

rudi rubiandini/net

Ada Kisah Asmara di Balik Operasi Tangkap Tangan Rudi Rubiandini?

KAMIS, 15 AGUSTUS 2013 | 10:03 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Di kantor SKK Migas, tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah tiga ruangan. Mengapa hanya tiga ruangan?

Cerita di balik pertanyaan itulah yang sejak tadi malam beredar di dunia media sosial. Konon kabarnya ada bau asmara di balik operasi penangkapan Rudi Subiandini yang sudah diberhentikan Presiden SBY untuk sementara dari posisi Ketua SKK Migas.

KPK disebutkan mendapatkan informasi mengenai rencana transaksi dan aksu suap menyuap itu lewat penyadapan yang dilakukan terhadap pembicaaan tiga tokoh di kantor itu. Seorang pria, sebut saja A, wanita B dan pria C.


Pria A disebutkan terjebak dalam jalinan asmara dengan wanita B yang sebetulnya adalah orang yang dipasang oleh salah satu kontraktor X di SKK Migas sejak lembaga itu masih bernama BP Migas dan dipimpin R. Prijono. Kontraktor X ini merupakan salah satu pemain kunci karena memiliki hubungan yang amat baik dengan salah seorang mantan pejabat di sektor migas yang sekarang ditugaskan ke sektor lain. Si wanita B itu digambarkan lebih menyerupai agen ganda, yang bekerja untuk kedua lembaga, SKK Migas (d/h BP Migas) dan kontraktor X.

Selain wanita B, pria C pun punya hubungan dengan pimpinan BP Migas dan kontraktor X.

"Seperti diketahui, investigasi KPK tidak lepas dari metode penyadapan rekaman pembicaraan melalui telepon A (diedit) - B (diedit) - C (diedit), hingga akhirnya Rudi digelandang KPK dalam operasi tangkap tangan," demikian bagian akhir isi pesan viral itu.

Apakah benar asmara menjadi pintu masuk utama untuk membongkar skandal suap 700 ribu dolar AS itu? Kita tunggu menjelasan resmi KPK. [dem]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

UPDATE

Komisi I DPR: Kisruh Rating IGRS di Steam Picu Kegaduhan

Rabu, 08 April 2026 | 19:50

JK Jangan jadi Martir Pemecah Belah Bangsa

Rabu, 08 April 2026 | 19:41

Narasi Pesimis di Tengah Gejolak Global Ganggu Stabilitas Nasional

Rabu, 08 April 2026 | 19:19

Ulama Dukung Wacana BNN Larang Vape

Rabu, 08 April 2026 | 19:18

KAMMI: Kerusakan Lingkungan Tidak Bisa Selesai di Ruang Diskusi

Rabu, 08 April 2026 | 19:05

WFH Momentum Perkuat Layanan Digital

Rabu, 08 April 2026 | 19:02

Motor Listrik Operasional SPPG Sudah Direncanakan Sejak 2025

Rabu, 08 April 2026 | 19:00

Harus Melayani, Kader PKB Jangan jadi Tamu 5 Tahunan

Rabu, 08 April 2026 | 18:51

JK Minta Jokowi Tunjukkan Ijazah Asli Buat Akhiri Polemik

Rabu, 08 April 2026 | 18:44

7 Menu Warteg Paling Dicari Orang Indonesia

Rabu, 08 April 2026 | 18:42

Selengkapnya