Berita

Tifatul Sembiring: Jangan Campuraduk Shalat Idul Fitri dengan Politik

RABU, 14 AGUSTUS 2013 | 23:47 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

"Shalat Ied adalah ibadah, mohon tidak dicampuradukkan dengan politik, dan sebagainya. Semoga kita terhindar dari fitnah dan perpecahan. Amien."

Begitu bagian akhir dari kultwit Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring dalam menjawab kabar mengenai dirinya menyerobot posisi imam dan khatib shalat Idul Fitri di Lapangan Banteng, Medan (Kamis, 8/8).

Tifatul menegaskan tidak ada penyerobotan seperti informasi yang beredar belakangan ini. Seharusnya pihak-pihak yang menuduh dia menyerobot lebih dahulu mengajaknya untuk bicara dan meminta penjelasan sebelum melemparkan tuduhan.


"Posisi imam itu di satu pondok dengan khatib. Tidak benar sudah ada imam duduk disitu," katanya.


 Dalam kultwitnya sesaat lalu, Tifatul menceritakan asal muasal ia menjadi khatib dan imam. Katanya, adalah Pemerintah Kota Medan yang mengundangnya. Undangan itu pun disampaikan secara tertulis.

Saat tiba di Bandara Kualanamu, Tifatul bertanya pada staf Pemkot yang menyambutnya, apakah dia hanya menjadi khatib saja atau sekalian imam. Sang staf Pemda menjawab, kalau Tifatul siap sekalian jadi imam. Kalau tidak, Pemkot Medan akan menyiapkan imam lokal asal Medan.

"Saat di lap. Pak Plt. Walikota dan Wakil Gubernur tanya: Pak Tif siap jadi imam? Saya jawab: boleh."


 Menjelang shalat, pihak Pemkot Medan pun menyampaikan pengumuman bahwa imam dan khatib shalat adalah Tifatul Sembiring.

"Saat berdoa, beberapa jamaah menangis. Saya juga meneteskan air mata. Momen Idul Fitri kerap mengharukan. Tidak ada jamaah yang bilang kecewa," masih kata Tifatul.

Dia juga menyarankan agar pihak-pihak yang tidak puas memperhatikan hadis-hadis yang menyatakan bahwa imam dan khatib sebaiknya satu orang.

"Silakan lihat di Saudi, di Mesir, di Pakistan dan lain-lain, imam dan khatib satu orang. Hanya di Indonesia sering beda orang," demikian penjelasan Tifatul. [dem]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Kemlu Telusuri Keterlibatan WNI dalam Kasus Online Scam di Malaysia

Jumat, 08 Mei 2026 | 10:18

Pasar Kripto Lesu, Coinbase Rugi Rp6,8 Triliun

Jumat, 08 Mei 2026 | 10:09

Syahganda Nainggolan: Ulama Punya Peran Strategis Bangun Gerakan Koperasi Pesantren

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:49

DPR Dorong Perlindungan Hukum dan Kesejahteraan Driver Ojol Lewat Revisi UU LLAJ

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:31

IHSG-Rupiah Tertekan Jelang Akhir Pekan

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:22

Selamat Jalan, James F. Sundah, Legenda Musik yang Berpulang di New York

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:21

Pelapor Dugaan Penggelapan Sertifikat Tanah Mengadu ke Kapolri

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:18

AS-Iran Saling Serang, Harga Minyak Naik Lagi

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:07

Bursa Asia Lemah saat Selat Hormuz Kembali Tegang

Jumat, 08 Mei 2026 | 08:56

Prabowo Naik Maung ke Pembukaan KTT ke-48 ASEAN di Filipina

Jumat, 08 Mei 2026 | 08:47

Selengkapnya