Berita

Politik

KPU Cenderung Gunakan Microtext untuk Pengaman Surat Suara

SELASA, 13 AGUSTUS 2013 | 19:21 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

. Komisi Pemilihan Umum mempertimbangkan penggunaan microtext sebagai penanda keaslian surat suara pada pemilu 2014. Penggunaan kode pengamanan microtext dinilai aman dan tidak mudah dipalsukan, selain biayanya yang murah.

"Belum tentu juga microtext mudah dipalsukan karena nanti akan di block, sehingga hanya KPU yang tahu," kata Ketua KPU Husni Kamil Manik dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Selasa (13/8).
 
Selain penggunaan microtext, ada beberapa pilihan pengunaan pengamanan dalam surat suara antara lain security paper, security printing atau hologram. Dari semua opsi tersebut, menurut Husni, tingkat keamanan yang dimiliki masing-masing pengaman cenderung sama. Oleh karena itu, dalam hal mengambil keputusan KPU harus menggunakan prinsip efektif dan efisien.


"Nanti kami akan cari pilihan, mana yang mengedepankan efektivitas dan efisiensi," kata Husni.

Spesifikasi surat suara akan dirumuskan dalam Surat Keputusan (SK) Ketua KPU yang diterbitkan sesuai dengan ketetapan penggunaan penanda keaslian surat suara. Terkait security paper, perlu waktu yang lama untuk mencetak jenis tersebut karena kerumitannya membuat kertas itu lebih sulit untuk dipalsukan, selain juga memerlukan izin dari Badan Intelijen Negara(BIN). Harga kertasnya pun tergolong sangat mahal.

Sedangkan penggunaan hologram relatif lebih mudah dikenali dan security printing memerlukan alat khusus untuk mengetahui keaslian kertas surat suara tersebut.[dem]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

UPDATE

Plesetan Gelar Adat Jokowi: ‘Baginda Raja Rakus Bin Tamak’

Minggu, 28 Juni 2026 | 05:50

Proyek Kapal Perang Filipina di PT PAL Dongkrak Industri Lokal Naik Kelas

Minggu, 28 Juni 2026 | 05:20

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

Pengelolaan Sawit Butuh ‘Nexus Baru’ Hidupkan Ekonomi Sirkular

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:39

Program BISA Biru TelkomGroup Lestarikan Ekosistem Terumbu Karang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:19

TNI dan Tentara Malaysia Perkuat Kesiapsiagaan dan Kerja Sama Kemanusiaan

Minggu, 28 Juni 2026 | 03:57

Perjanjian Kerja Bersama Cerminkan Hubungan Industrial yang Sehat

Minggu, 28 Juni 2026 | 03:45

Sultan Didapuk jadi Ketum TP Sriwidjaja Perkuat Pembangunan Daerah

Minggu, 28 Juni 2026 | 03:20

Indonesia Berpotensi Terima 260 Juta Dolar AS Lindungi Ekosistem Laut

Minggu, 28 Juni 2026 | 02:59

Politisi Mutan Bernama Prabowo

Minggu, 28 Juni 2026 | 02:45

Selengkapnya