Berita

FOTO:RMOL

Olahraga

PKL: Kami Dipindah ke Lokasi Kejahatan, Mau Jokowi Apa Sebenarnya

SELASA, 13 AGUSTUS 2013 | 12:43 WIB | LAPORAN:

Wakil Ketua DPRD, Lulung Abraham Lunggana mengklaim seluruh persoalan yang menyangkut relokasi pedagang kaki lima (PKL) di Tanah Abang, Jakarta Pusat sudah diselesaikan. Bahkan kabar lantai atas Blok G sebagai tempat prostitusi juga sudah disapu bersih.

"Udah ditertibkan itu, sudah tertib sejak awal, sudah enggak ada," ujar pria yang akrab disapa Haji Lulung ini saat dihubungi wartawan di Jakarta, Selasa (13/8).

Menurut Lulung, relokasi kegiatan prostitusi di area tersebut telah dilakukan sejak awal Ramadhan kemarin, yakni tanggal 11 Juli 2013. Dengan demikian, Blok G Tanah Abang layak untuk digunakan.


Namun, garansi yang diklaim oleh Lulung disangsikan kalangan PKL di Pasar Tanah Abang. Belajar dari pengalaman, sejak didirikan tahun 2004 lalu, gedung Blok G hanya bertahan dua tahun sebagai area berdagang. Sisanya beralih jadi area prostitusi dan transaksi narkoba. Alasan ini pula yang membuat PKL enggan pindah ke Blok G.

"Di atas itu tempat prostitusi dan narkoba. Kami merasa nggak nyaman menempati lapak itu. Apalagi banyak wanita-wanita tidak jelas yang sering naik ke atas. Kami malah dipindahkan ke lokasi kejahatan. Maunya gubernur Jokowi apa sebenarnya," keluh seorang PKL yang tidak mau disebutkan namanya saat berbincang dengan Rakyat Merdeka Online, beberapa saat lalu (Selasa, 13/8).

Bila memang harus dipindahkan ke Blok G, ia berharap prostitusi dan narkoba ini benar-benar jadi prioritas utama pemerintah untuk diberantas. Karena PKL tidak mau menempati lapak yang pada malam hari berubah jadi lokalisasi dan transaksi barang haram.[wid]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

NATO Turun Gunung Usai Trump Mau Tarik 5 Ribu Pasukan dari Jerman

Minggu, 03 Mei 2026 | 00:03

Komdigi Dorong Sinergi Penegakan Hukum Ruang Digital

Sabtu, 02 Mei 2026 | 23:45

Wamenkeu soal Purbaya Masuk RS: Insya Allah Sehat, Doakan Saja!

Sabtu, 02 Mei 2026 | 23:32

Negosiasi Berjalan Buntu, Trump Tuding Iran Tidak Punya Pemimpin Jelas

Sabtu, 02 Mei 2026 | 23:19

Pernyataan Amien Rais di Luar Batas Kritik Objektif

Sabtu, 02 Mei 2026 | 22:51

Sekolah Tinggi, Disiplin Rendah: Catatan Hardiknas

Sabtu, 02 Mei 2026 | 22:38

Aktivis 98: Pernyataan Amien Rais Tidak Cerminkan Intelektual

Sabtu, 02 Mei 2026 | 22:18

Wakil Wali Kota Banjarmasin Dinobatkan Sebagai Perempuan Inspiratif

Sabtu, 02 Mei 2026 | 21:48

KAI Pasang Pemasangan Palang Pintu Sementara di Perlintasan Jalan Ampera

Sabtu, 02 Mei 2026 | 21:34

Paguyuban Tak Pernah Ideal, Tapi Harus Berdampak

Sabtu, 02 Mei 2026 | 20:52

Selengkapnya