Berita

Pengadilan Tolak Nama Bayi Messiah

SENIN, 12 AGUSTUS 2013 | 10:34 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Seorang ibu menggugat keputusan pengadilan yang menolak nama anaknya: Messiah.

US Today melaporkan, kasus ini berawal ketika sang ibu, Jeleesa Martin, dan ayah sang bayi mengadukan persoalan nama belakang anak mereka ke Pengadilan Perlindungan Anak di Chancery, Newport, Tennessee.

Bukannya membantu menyelesaikan nama belakang sang bayi, hakim di pengadilan itu malah mempertanyakan kata Messiah yang digunakan sebagai nama depan sang bayi.


Sang hakim, Lu Ann Ballew, memutuskan agar bayi berusia tujuh bulan itu diberi nama Martin DeShawn McCullough yang menggunakan nama belakang ibu dan ayahnya.

Tetapi, sang hakim meminta agar kata Messiah dihilangkan dari nama sang bayi.

"Kata Messiah adalah gelar dan gelar ini hanya diberikan kepada satu orang dan orang itu adalah Yesus Kristus," ujar Hakim Ballew.

Jeleesa Martin jelas keberatan dengan keputusan hakim itu.

"Saya sangat terkejut. Saya tidak pernah berniat memberikan nama Messiah kepada anak saya karena itu berarti Tuhan, dan saya tidak mengira hakim akan meminta saya mengubah nama anak saya karena alasan agama," ujarnya.

Dua anak Jeleesa Martin sebelumnya diberi nama Micah dan Mason.

Menurut Hakim Ballew ini adalah keputusan pertamanya yang berkaitan dengan perubahan nama anak. Baginya, ini adalah keputusan terbaik, terlebih karena sang bayi akan tumbuh di sebuah negara yang masyoritas penduduknya beragama Kristen.

"(Kata Massiah) bisa membuatnya tampak aneh di antara masyarakat," ujar Hakim Ballew.

Sang hakim bersikeras agar kedua orang tua bayi itu mengubah nama yang ada di sertifikat kelahiran.

Di sisi lain Jelessa menentang keputusan itu dan akan membawanya ke pengadilan yang lebih tingg idi Cocke County pada 17 September tahun ini. [dem]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

UPDATE

Rano: Pendidikan Harus Memerdekakan Manusia

Jumat, 08 Mei 2026 | 00:05

Car Free Day di Rasuna Said Digelar Perdana 10 Mei

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:34

Kasus Pemukulan Waketum PSI Bro Ron Berujung Damai

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:12

Kali Kukuba di Halmahera Timur Diduga Tercemar Limbah PT FHT

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:00

Pemerintah Bebaskan Pajak Restrukturisasi BUMN

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:39

Negara Disebut Kehilangan Ratusan Triliun dari Bisnis Sawit

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:15

Akper Husada Naik Kelas Jadi STIKES

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:06

Dugaan Jual Beli Jabatan Pemkab Cianjur Bisa Rusak Meritokrasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 21:27

DPR Usul 1 Puskesmas Punya 1 Psikolog

Kamis, 07 Mei 2026 | 21:04

New Media Merasa Dicatut, DPR Minta Bakom Lebih Hati-hati

Kamis, 07 Mei 2026 | 20:50

Selengkapnya