Berita

Dunia

Australia Kirim Kloter 3 Pencari Suaka ke Papua Nugini

RABU, 07 AGUSTUS 2013 | 14:36 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Departemen Imigrasi dan Kewarganegaraan Australia menyatakan telah berhasil mengirim kloter ketiga pencari suaka di bawah pengaturan pemukiman kawasan yang baru ke Papua Nugini.
 
Di bawah pengaturan baru yang ditandatangani dengan PNG pada 19 Juli, pendatang gelap akan dikirim ke PNG untuk menjalani penilaian dan bila dinyatakan sebagai pengungsi akan dimukimkan di sana.
 
"Orang yang dinyatakan bukan sebagai pengungsi mungkin akan dikembalikan ke negara asal atau ke negara di mana mereka mempunyai hak untuk tinggal, atau ditahan di fasilitas transit," tutur juru bicara Departemen dalam keterangan persnya yang diteruskan Atase Pers, Ray Marcelo, Rabu (7/8).


Pengiriman dilakukan dengan penerbangan carteran, terdiri dari 39 pria muda yang 34 diantaranya warga Iran, empat warga Pakistan dan satu Afghanistan. Pengiriman dikawal oleh Polisi Federal Australia, staf Departemen Imigrasi dan Kewarganegaraan, para penterjemah dan staf medis, bertolak dari Pulau Christmas sekitar pukul 01.00 dini hari tadi.
 
"Kelompok tersebut telah mendarat di Propinsi Manus sekitar pukul 07.30, di mana mereka akan ditampung sambil menunggu klaim suaka mereka diproses oleh Pemerintah PNG," kata jurubicara Departemen.
 
Tidak ada batas jumlah orang yang dapat dikirim ke PNG dan pengiriman akan terus dilakukan secara berkala. Wanita, anak-anak, termasuk anak-anak yang tanpa disertai keluarganya, akan dikirim pada waktunya bila pengaturan yang tepat telah terpenuhi. Australia akan bekerja sama dengan PNG untuk memperluas pusat pemrosesan kawasan Pulau Manus, serta menjajagi pembangunan pusat-pusat pemrosean kawasan lain di Papua Nugini.
 
"Bila orang membayar ribuan dolar ke penyelundup manusia, mereka sebenarnya membeli tiket ke negara lain selain Australia," juru bicara menambahkan. [dem]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

UPDATE

Rano: Pendidikan Harus Memerdekakan Manusia

Jumat, 08 Mei 2026 | 00:05

Car Free Day di Rasuna Said Digelar Perdana 10 Mei

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:34

Kasus Pemukulan Waketum PSI Bro Ron Berujung Damai

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:12

Kali Kukuba di Halmahera Timur Diduga Tercemar Limbah PT FHT

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:00

Pemerintah Bebaskan Pajak Restrukturisasi BUMN

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:39

Negara Disebut Kehilangan Ratusan Triliun dari Bisnis Sawit

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:15

Akper Husada Naik Kelas Jadi STIKES

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:06

Dugaan Jual Beli Jabatan Pemkab Cianjur Bisa Rusak Meritokrasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 21:27

DPR Usul 1 Puskesmas Punya 1 Psikolog

Kamis, 07 Mei 2026 | 21:04

New Media Merasa Dicatut, DPR Minta Bakom Lebih Hati-hati

Kamis, 07 Mei 2026 | 20:50

Selengkapnya