Berita

khofifah i parawansa/rmol

Nusantara

PILGUB JATIM

Kini Khofifah Dijegal Lewat Formulir C1

RABU, 07 AGUSTUS 2013 | 06:19 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Timur benar-benar tidak profesional dan bertindak tidak netral. Kekalahan di Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu dari pasangan Khofifah Indar Parawansa-Herman Suryadi Sumawiredja (Berkah) tak menjadi pelajaran berharga bagi KPU Jatim.

Buktinya, mereka tetap tidak melakukan pembenahan surat-surat administrasi pendukung, seperti formulir C1 dan lainnya.

Formulir C1 yang dicetak PT Ura Baru Tama ternyata hanya mencantumkan nama tiga pasangan calon, yakni nomor urut 1 Soekarwo-Saifullah Yusuf (Karsa), nomor 2 Eggi Sudjana-Moch Sihat (Beres) serta nomor 3 Bambang DH-Said Abdullah (Jempol). Sementara kolom terakhir atau nomor 4 hanya berisi titik-titik tanpa menyebutkan nama pasangan yang sudah disahkan oleh KPU Pusat, Khofifah-Herman.


Kondisi tak jelas ini menimbulkan pertanyaan karena bisa membuka peluang untuk melakukan kecurangan. Benar bahwa surat suara dan formulir pendukung tersebut dicetak saat proses hukum di DKPP dan PTUN sedang berlangsung. Tapi pertanyaannya, kenapa proses percetakan tidak berhenti atau diulang menunggu proses hukum selesai.

Solusi atas permasalahan tersebut, KPU Jatim membuat surat edaran (SE) yang dikirimkan ke seluruh Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) untuk mengisi kolom nomor 4 yang dikosongkan dengan nama pasangan Khofifah-Herman.

Alasan KPU Jatim yang disampaikan Divisi Logistik dan Penganggaran bahwa pengosongan karena sudah terlanjur dicetak benar-benar aneh dan sangat tidak bisa diterima. Apalagi mereka enggan melakukan cetak ulang dan hanya menegaskan bahwa dengan membuat SE saja sudah cukup untuk mengatasinya.[dem]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

UPDATE

Komisi I DPR: Kisruh Rating IGRS di Steam Picu Kegaduhan

Rabu, 08 April 2026 | 19:50

JK Jangan jadi Martir Pemecah Belah Bangsa

Rabu, 08 April 2026 | 19:41

Narasi Pesimis di Tengah Gejolak Global Ganggu Stabilitas Nasional

Rabu, 08 April 2026 | 19:19

Ulama Dukung Wacana BNN Larang Vape

Rabu, 08 April 2026 | 19:18

KAMMI: Kerusakan Lingkungan Tidak Bisa Selesai di Ruang Diskusi

Rabu, 08 April 2026 | 19:05

WFH Momentum Perkuat Layanan Digital

Rabu, 08 April 2026 | 19:02

Motor Listrik Operasional SPPG Sudah Direncanakan Sejak 2025

Rabu, 08 April 2026 | 19:00

Harus Melayani, Kader PKB Jangan jadi Tamu 5 Tahunan

Rabu, 08 April 2026 | 18:51

JK Minta Jokowi Tunjukkan Ijazah Asli Buat Akhiri Polemik

Rabu, 08 April 2026 | 18:44

7 Menu Warteg Paling Dicari Orang Indonesia

Rabu, 08 April 2026 | 18:42

Selengkapnya