Berita

Politik

Jumhur Hidayat Sekelas Bupati, Tidak Layak Nyapres

SELASA, 06 AGUSTUS 2013 | 21:54 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Kalangan pengamat menilai keinginan Jumhur Hidayat maju di Pilpres 2014 tak perlu dibesar-besarkan. Pasalnya, kualitas dan kemampuan Jumhur dalam mengatasi karut marut dan membawa Indonesia ke arah yang lebih baik patut diragukan.

"Memang sudah ngapain aja dia. Trackrecord prestasinya tidak ada yang besar," kata analis politik Sugiyanto kepada Rakyat Merdeka Online, Selasa (6/8).

Dia mengatakan Pemilu 2014 diharapkan betul-betul bisa melahirkan pemimpin berkualitas yang mampu membawa Indonesia ke arah yang lebih baik. Bukan hanya sekedar figur yang punya gengsi tinggi tapi minim kemampuan. Jumhur, menurutnya, belum teruji kemampuannya.


"Sepertinya target sesungguhnya yang dipasang Jumhur menteri, bukan presiden," imbuh Sgy, panggilan Sugiyanto.

Menurut Direktur Eksekutif Masyarakat Pemantau Kebijakan Eksekutif dan Legislatif ( Majelis) itu, Jumhur sebaiknya berkaca diri. Selama menjabat kepala BNP2 TKI, dia tak punya prestasi dalam menyelesaikan masalah TKI. Para TKI masih terus saja dirundung masalah padahal Jumhur telah lama menduduki posisi tersebut.

Lebih lanjut dikatakan Sgy, kengototan yang dikesankan Jumhur ikut konvensi capres Demokrat bagian dari bargaining position untuk bisa masuk kabinet di pemerintahan mendatang. Makanya, sudah tepat bila SBY tidak memberikan ijin kepada Jumhur untuk ikut konvensi.

"Nyalon jadi bupati aja belum tentu dipilih rakyat, apalagi presiden. Mendingan Jumhur berkaca diri lah," serunya. [dem]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

UPDATE

Rano: Pendidikan Harus Memerdekakan Manusia

Jumat, 08 Mei 2026 | 00:05

Car Free Day di Rasuna Said Digelar Perdana 10 Mei

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:34

Kasus Pemukulan Waketum PSI Bro Ron Berujung Damai

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:12

Kali Kukuba di Halmahera Timur Diduga Tercemar Limbah PT FHT

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:00

Pemerintah Bebaskan Pajak Restrukturisasi BUMN

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:39

Negara Disebut Kehilangan Ratusan Triliun dari Bisnis Sawit

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:15

Akper Husada Naik Kelas Jadi STIKES

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:06

Dugaan Jual Beli Jabatan Pemkab Cianjur Bisa Rusak Meritokrasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 21:27

DPR Usul 1 Puskesmas Punya 1 Psikolog

Kamis, 07 Mei 2026 | 21:04

New Media Merasa Dicatut, DPR Minta Bakom Lebih Hati-hati

Kamis, 07 Mei 2026 | 20:50

Selengkapnya