Berita

foto/net

Ramadhan Ceria Bersama Allah SWT

SENIN, 05 AGUSTUS 2013 | 11:35 WIB | OLEH: MUHAMMAD SULTON FATONI

Masjid di desaku penuh para jamaah sejak menjelang maghrib hingga menjelang shalat shubuh. Berbagai kegiatan ibadah digelar: menjelang salat maghrib digelar pengajian kitab klasik bersambung buka puasa bersama. Selepas salat maghrib diisi baca shalawat dan puji-pujian hingga masuk salat isya' dan salat tarawih berjamaah. Lalu dilanjutkan dengan 'darusan' hingga pukul 00.00 Wib. Puncaknya adalah salat malam dan i'tikaf di masjid hingga menjelang salat shubuh untuk bersiap makan sahur. Apakah yang mereka cari?

Bagi masyarakat muslim di desaku, rutinitas Ramadhan di atas bermakna ibadah sebanyak-banyaknya di bulan Ramadhan. Sang kiai yang membimbing pun tidak tampak sibuk menjelaskan landasan argumentasinya. Semua mengalir saja dengan keikhlasan dan tanpa beban. Selepas salat shubuh, merek beraktifitas seperti biasa, ada yang ke sawah, menggembala ternak, mengajar, berdagang, buruh dan lainnya. Tidak ada yang menganggur.

Gambaran aktifitas masyarakat muslim di atas menurut para ulama adalah masyarakat yang hatinya telah mendapat jaminan keselamatan dari Allah Swt. Mereka telah mendapat pengawalan para malaikat yang khusus turun ke muka bumi. Dunia penuh sesak dengan hiruk pikuk para malaikat. Para malaikat itu melayani masyarakat muslim yang beribadah di malam-malam bulan Ramadhan (al-ardha tadhiqu likatsrati nuzulil malaikah).


Keceriaan masyarakat muslim di bulan Ramadhan yang padat dengan ibadah itu juga tidak lepas dari jaminan Allah untuk selalu memberi kasih sayang dan ampunan (nadhara ilaihim bir-rahmah, wa 'afa 'anhum, wa ghafara lahum). Keceriaan mereka itu nyata dan wujud optimisme hidup dalam syariat yang telah diajarkan Rasulullah saw. Dan lantunan shalawat mereka itu wujud rasa terima kasih dan cinta kepada Rasulullah yang telah memberi garansi keselamatan hidup meski beliau sudah wafat 14 abad yang lalu.

Kita memang tak pantas bosan untuk selalu bershalawat kepada Rasulullah di setiap tarikan nafas. Keceriaan beribadah di bulan Ramadhan adalah berkah dari kerasulan Muhammad saw. Menjelang ajal menjemput, Rasulullag menangis memikirkan nasib dan kelanjutan umatnya. "Setelah aku wafat, siapa yang akan menyampaikan "salam Allah" kepada umatku? Hati Rasul gundah gulana. Mengetahui hal tersebut, Allah Swt memberi kabar gembira, "Para Malaikat termasuk Jibril yang turun ke bumi hingga mereka menyampaikan salam-Ku. Tak ada yang menghalangi. Maka jangan sedih wahai kekasih-Ku"

Maka hanya keceriaan beribadah yang pantas mengisi hari-hari Ramadhan. Tak ada alasan untuk berkeluh kesah apalagi bersedih. Ceria beribadah di bulan Ramadhan sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah dan berterima kasih kepada Rasulullah, dimana di bulan ini telah diberi segala-galanya. Beribadah lalu berdoa, atau berdoa lalu beribadah. Doanya pun cukup doa minta ampun, mau apalagi kan sudah diberi segala-galanya? Ada tips doa dari Rasulullah: salat malam dua rakaat. Dalam rakaatnya baca surah al-Fatihah, lalu surah al-Ikhlas 7 kali. Setelah salam, mohon ampun dan bertobat (astaghfirullah wa atubu ilaihi) sebanyak 70 kali. Wallhu a'lam bis-shawab.

Populer

Malaysia Jadi Negara Pertama yang Keluar dari Perjanjian Dagang AS

Selasa, 17 Maret 2026 | 12:18

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

Pertemuan Megawati-Prabowo Menjungkirbalikkan Banyak Prediksi

Sabtu, 21 Maret 2026 | 04:12

Senator Apresiasi Program Kolaborasi Bedah Rumah di Jakarta

Selasa, 17 Maret 2026 | 18:32

10 Lokasi Terbaik Nonton Pawai Ogoh-Ogoh Nyepi 2026 di Bali, Catat Tempatnya

Selasa, 17 Maret 2026 | 17:50

UPDATE

Kebijakan WFH Sehari Tunggu Persetujuan Presiden

Kamis, 26 Maret 2026 | 12:03

Tito Pastikan Skema WFH Sehari Tak Hambat Layanan Pemda

Kamis, 26 Maret 2026 | 11:55

Purbaya Guyur Dana Lagi Rp100 Triliun ke Bank Himbara

Kamis, 26 Maret 2026 | 11:45

Efisiensi Anggaran Harus Terukur dan Terarah

Kamis, 26 Maret 2026 | 11:33

Pengamat Soroti Pertemuan Anies, SBY, dan AHY: CLBK Jelang 2029

Kamis, 26 Maret 2026 | 11:22

Prabowo Tambah 13 Proyek Hilirisasi Bernilai Rp239 Triliun

Kamis, 26 Maret 2026 | 11:16

Efisiensi Energi Jangan Korbankan Pendidikan lewat Pembelajaran Daring

Kamis, 26 Maret 2026 | 11:11

Emas Antam Mandek, Buyback Merosot ke Rp2,49 Juta per Gram

Kamis, 26 Maret 2026 | 11:01

Akreditasi Dapur MBG Jangan Hanya Formalitas

Kamis, 26 Maret 2026 | 11:00

KSP: Anggaran Pendidikan Tak Dikurangi

Kamis, 26 Maret 2026 | 10:58

Selengkapnya