Berita

Alasan LSI Bantu Anas Jadi Ketum Demokrat

SENIN, 05 AGUSTUS 2013 | 06:01 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Lingkaran Survei Indonesia turut membantu pemenangan Anas Urbaningrum sebagai ketua umum Partai Demokrat dalam kongres di Bandung pada 2010 lalu. Ada dua alasan mengapa lembaga survei pimpinan Denny JA itu mau membantu Anas hingga akhirnya terpilih.

"Pertama alasan pertemanan," ujar peneliti senior LSI, Toto Izul Fatah, kepada Rakyat Merdeka Online, kemarin.

Toto mengatakan Anas datang meminta bantuan sebagai teman. Permintaan bantuan langsung disampaikan Anas kepada Denny JA, direktur eksekutif LSI. Anas yang saat itu bukan kandidat kuat dalam kongres meminta bantuan agar bisa menang.

Alasan kedua membantu Anas, kata Toto, karena alasan gengsi. Membantu Anas merupakan tantang karena saat itu kandidat ketua umum unggulan adalah Andi Mallarengeng. Andi tersimbolkan sebagai kekuatan besar yang tidak bisa tertandingi. Selain karena didukung SBY, dia juga dibantu FOX Indonesia, lembaga konsultan politik yang digawangi Choel Mallarangeng.

"Kita bantu Anas lebih sebagai prestise. Pertarungannya ibarat Goliat lawan Daud," ucap Toto.

Toto mengatakan bantuan yang diberikan LSI kepada Anas berupa konsultasi politik, survei menyorot tingkat keterpilihan, dan beberapa program diantaranya iklan di media massa. Seluruh pembiayaan, kata Toto, menggunakan dana pribadi miliki Denny JA sebagaimana sudah disampaikannya kepada penyidik KPK beberapa hari lalu.

"Dana yang dikeluarkan tidak besar. Survei dilakukan hanya terhadap peserta kongres, sementara iklan yang dipasang di koran juga tidak banyak. Tidak ada sama sekali uang dari Anas," pungkas Toto. [dem]


Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Zero ODOL Sulit Diterapkan, DPR Ingatkan Risiko Inflasi di Sektor Logistik

Jumat, 10 April 2026 | 12:14

Catut Nama Pimpinan KPK, Komplotan Pegawai Gadungan Peras Anggota DPR

Jumat, 10 April 2026 | 11:51

Sentimen Perang Picu Spekulasi Logistik: Ancaman Baru bagi Stabilitas Pangan Nasional

Jumat, 10 April 2026 | 11:39

Komplotan Pegawai KPK Gadungan Dibongkar, 17.400 Dolar AS Disita dari Aksi Pemerasan

Jumat, 10 April 2026 | 11:28

DPR: Sejumlah Jalan Tol Cacat Sejak Awal Konstruksi

Jumat, 10 April 2026 | 11:16

Emas Antam Makin Mahal, Cek Daftarnya Hari Ini

Jumat, 10 April 2026 | 11:05

KPK-Polda Metro Tangkap 4 Pegawai Gadungan di Jakarta Barat

Jumat, 10 April 2026 | 11:03

Ini Kronologi Kasus Petral yang Menjerat Riza Chalid dan Enam Tersangka Lainnya

Jumat, 10 April 2026 | 10:53

Bulan Ini Prabowo Bakal Groundbreaking 21 Proyek Hilirisasi dan 29 Titik PSEL

Jumat, 10 April 2026 | 10:49

KPK Terapkan Skema Kerja BDR-BDK untuk Dukung Efisiensi Energi

Jumat, 10 April 2026 | 10:34

Selengkapnya