Berita

Politik

Konvensi Demokrat Tidak Didesain Terbuka Semua Pilihan

MINGGU, 04 AGUSTUS 2013 | 16:35 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Konvensi yang digelar Partai Demokrat bisa diikuti oleh kandidat dari kader internal maupun non-kader Partai Demokrat untuk menjaring calon presiden yang akan diusung pada Pilpres 2014 dinilai sangat bagus. Pasalnya, membuka peluang bagi masyarakat untuk mendorong calonnya meneruskan kepemimpinan nasional.

"Dengan konvensi, calon yang diidamkan masyarakat dapat serta terlibat dalam pencapresan, tentunya melalui parpol yang melakukan konvensi," kata pengamat politik, Ray Rangkuti, saat dihubungi, Minggu (4/8).
ini.

Namun, untuk mengukur apakah konvensi baik atau tidak dapat dilihat dari kemampuan konvensi untuk terbuka pada semua pilihan dan terlibatnya partisipasi masyarakat dalam menentukan figur calon pemimpin. Dengan dua ukuran inilah kita melihat apakah konvensi demokrat dilakukan dengan tepat atau tidak.

Namun, untuk mengukur apakah konvensi baik atau tidak dapat dilihat dari kemampuan konvensi untuk terbuka pada semua pilihan dan terlibatnya partisipasi masyarakat dalam menentukan figur calon pemimpin. Dengan dua ukuran inilah kita melihat apakah konvensi demokrat dilakukan dengan tepat atau tidak.

"Jika melihat kenyataannya, konvensi tidak didesain untuk membuka dua tujuan tersebut," kata Ray.

Persoalan lainnya, kata dia, calon yang akan disertakan adalah calon yang dinyatakan lolos oleh komite konvensi. Komite konvensi memiliki kewenangan untuk menentukan apakah seseorang dapat dinyatakan terlibat dalam konvensi atau tidak, baik melalui jalur undangan maupun yang mendaftar.

"Dua mekanisme ini juga membingungkan karena tak jelas mengapa ada yang diundang dan yang mendaftar. Sejatinya masyarakat harus tahu apa syarat-syaratnya seseorang diundang dan tidak," papar Direktur Lingkar Madani untuk Indonesia (LIMA) ini. [dem]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

UPDATE

Rano: Pendidikan Harus Memerdekakan Manusia

Jumat, 08 Mei 2026 | 00:05

Car Free Day di Rasuna Said Digelar Perdana 10 Mei

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:34

Kasus Pemukulan Waketum PSI Bro Ron Berujung Damai

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:12

Kali Kukuba di Halmahera Timur Diduga Tercemar Limbah PT FHT

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:00

Pemerintah Bebaskan Pajak Restrukturisasi BUMN

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:39

Negara Disebut Kehilangan Ratusan Triliun dari Bisnis Sawit

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:15

Akper Husada Naik Kelas Jadi STIKES

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:06

Dugaan Jual Beli Jabatan Pemkab Cianjur Bisa Rusak Meritokrasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 21:27

DPR Usul 1 Puskesmas Punya 1 Psikolog

Kamis, 07 Mei 2026 | 21:04

New Media Merasa Dicatut, DPR Minta Bakom Lebih Hati-hati

Kamis, 07 Mei 2026 | 20:50

Selengkapnya