Berita

tadarus al-Quran/net

Menjadi Seperti Rasulullah

SABTU, 03 AGUSTUS 2013 | 22:36 WIB | OLEH: MUHAMMAD SULTON FATONI

Ramadhan adalah bulan al-Qur'an diturunkan. Al-Qur'an adalah sebagai petunjuk bagi manusia, sebagai penjelasan, arahan dan sebagai acuan untuk memilah-milah.

Sesuai dengan surah al-Baqarah: 185, "(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) al-Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur".

Selepas salat tarawih biasanya ada yang masih bertahan di masjid, mushalla atau di rumah untuk meluangkan waktu membaca al-Quran. Ibadah membaca al-Quran di bulan Ramadhan ini sudah menjai tradisi yang populer dengan sebutan 'darusan'. Kata 'darusan' berasal dari bahasa Arab, "tadarus" artinya 'belajar bersama'. Praktik darusan: seorang membaca al-Quran dengan suara yang lantang. Sedangkan yang lain menyimaknya untuk meneliti kebenaran metode dan pelafalan bacaan al-Quran yang bersangkutan. Begitu seterusnya dilakukan secara bergantian.


Entah sejak kapan formula 'darusan' ini dikreasi oleh para kiai. Pastinya 'darusan' hingga saat ini masih menyemarakkan sepanjang bulan Ramadhan. 'Darusan' telah mendarah daging, mentradisi dan berurat berakar di tengah masyarakat muslim Indonesia.

Memperhatikan praktik 'darusan' di bulan Ramadhan di masjid atau mushalla memang unik. Tentu formula 'darusan' itu dirancang dengan pemikiran dan landasan yang kuat. Saya teringat atas hadits Rasulullah saw yang menceritakan aktifitas malaikat Jibril di bulan Ramadhan. Sang Malaikat perantara Allah dan Rasul-Nya itu selalu menemui Rasulullah di setiap malam sepanjang bulan Ramadhan untuk bersama-sama belajar al-Quran.

Teladan baik yang ditunjukkan Rasulullah saw dan malaikat Jibril kemudian ditiru para sahabat. Bulan Ramadhan mereka maksimalkan untuk membaca al-Quran (awqatihim liqira'atil Qur'an). Sahabat Usman bin Affan misalnya, setiap hari tuntas membaca al-Quran 30 juz. Sebagian sahabat yang lain ada yang tuntas 30 juz dalam waktu tiga malam, sebagian sahabat lain lagi ada yang tuntas 30 juz dalam tujuh malam, dan seterusnya.

Imam Malik termasuk tokoh besar yang sangat concern menjaga ibadah baca al-Qur'an di bulan Ramadhan. Setiap Ramadhan tiba, Imam Malik menghentikan kajiannya tentang hadits, meliburkan forum pengajiannya, hanya untuk berkonsentrasi beribadah baca al-Qur'an. Sufyan al-Tsauri lain lagi, setiap Ramadhan tiba, segala bentuk ibadah sunnah ia tinggalkan dan beralih membaca al-Qur'an. Imam Syafii pun sangat memperhatikan ibadah baca al-Quran di bulan Ramadhan. Imam Syafii bisa tuntas baca al-Quran 30 juz hingga 60 kali selama bulan Ramadhan, di luar waktu salat. Imam Syafii juga menyarankan agar saat Ramadhan tiba, umat Islam memperbanyak baca al-Quran.

Konsep 'darusan' memang dirancang para kiai khusus untuk 'ibadah membaca al-Quran di bulan Ramadhan'. Darusan bukan konsep untuk mengkaji, memahami dan mengamalkan al-Qur'an. Jika ingin lebih dari sekedar membaca al-Qur'an di bulan Ramadhan maka itu bukan 'darusan'. Entah apa namanya dan merujuk kepada perilaku siapa, saya pun tidak tahu.

Idealnya setiap muslim memang tidak hanya sekedar membaca al-Quran. Sayyidina Hasan, cucu Rasulullah pernah mengatakan bahwa membaca al-Quran itu ya ibadah 'membaca al-Qur'an', dan ada orang beranggapan bahwa mengamalkan al-Qur'an ya membaca al-Quran. Tentunya kita tidak ingin termasuk orang yang digambarkan oleh Sayyidina Hasan. Tradisi membaca al-Quran seyogyanya ditingkatkan lagi dengan memahami maknanya, mengkaji substansi dan maksudnya dan melaksanakan ajarannya. Pada tahapan ini tidak cukup hanya bersama teman belajar membaca al-Quran tapi memerlukan guru yang berpengetahun khusus.

Walhasil, melalui darusan kita bisa memahami, melalui memahaminya kita bisa melaksanakannya. Sebaliknya tidak mungkin bisa melaksanakan ajaran al-Qur'an tanpa memahaminya. Dan tidak mungkin memahaminya tanpa kemampuan membaca al-Qur'an dengan baik. Dengan darusan, kita berharap bisa meneladani Rasulullah, malaikat Jibril dan para ulama klasik lain yang memanfaatkan setiap detik Ramadhan dengan membaca al-Qur'an. Wallahu A'lam bis-shawab

Populer

Negara Jangan Kalah dari Mafia, Copot Dirjen Bea Cukai

Selasa, 10 Februari 2026 | 20:36

Direktur P2 Ditjen Bea Cukai Rizal Bantah Ada Setoran ke Atasan

Jumat, 06 Februari 2026 | 03:49

KPK: Warganet Berperan Ungkap Dugaan Pelesiran Ridwan Kamil di LN

Kamis, 05 Februari 2026 | 08:34

Nasabah Laporkan Perusahaan Asuransi ke OJK

Kamis, 05 Februari 2026 | 16:40

Keppres Pengangkatan Adies Kadir Digugat ke PTUN

Rabu, 11 Februari 2026 | 19:58

Koordinator KKN UGM Tak Kenal Jokowi

Rabu, 04 Februari 2026 | 08:36

Lima Orang dari Blueray Cargo Ditangkap saat OTT Pejabat Bea Cukai

Kamis, 05 Februari 2026 | 15:41

UPDATE

Program Prabowo Tak Akan Berdampak Jika Soliditas Internal Rapuh

Jumat, 13 Februari 2026 | 16:03

Prabowo Tantang Danantara Capai Return on Asset 7 Persen

Jumat, 13 Februari 2026 | 16:01

Pakar: Investigasi Digital Forensik Bisa jadi Alat Penegakan Hukum Kasus Investasi

Jumat, 13 Februari 2026 | 15:46

Wapres Tekankan Kuartal I Momentum Emas Sektor Pariwisata

Jumat, 13 Februari 2026 | 15:40

Kapolri Siap Bangun Lebih dari 1.500 SPPG Selama 2026

Jumat, 13 Februari 2026 | 15:26

Kolaborasi Inspiratif: Dari Ilustrasi ke Mesin Pertumbuhan Ekonomi Kreatif

Jumat, 13 Februari 2026 | 15:20

Setnov Hadir, Bahlil Hanya Pidato Singkat di HUT Fraksi Partai Golkar DPR

Jumat, 13 Februari 2026 | 15:18

Kepala BPKH: Desain Kelembagaan Sudah Tepat, Tak Perlu Ubah Struktur

Jumat, 13 Februari 2026 | 15:16

Prabowo Hadiri Indonesia Economic Outlook 2026 di Wisma Danantara

Jumat, 13 Februari 2026 | 14:53

Keuangan Haji Harus Berubah, Wamenhaj Dorong Tata Kelola yang Lebih Modern

Jumat, 13 Februari 2026 | 14:36

Selengkapnya