Berita

jumhur hidayat/net

KONVENSI DEMOKRAT

Jumhur Hidayat: Diundang Itu Lebih Indah

KAMIS, 01 AGUSTUS 2013 | 20:33 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Kepala BNP2TKI Jumhur Hidayat nampaknya masing menimang-nimang keinginannya untuk masuk dalam busra pencalonan Presiden 2014 melalui jalur konvensi yang digelar oleh Partai Demokrat. Karena menurut dia, diundang dalam konvensi dengan tidak diundang memiliki rasa yang berbeda, meski dalam tahapan tersebut dilakukan secara terbuka.

"Tapi kalau diundang ya tidak salah kalau yang diundang katakankah yang menyatakan diri berminat, yang menyatakan berminat, potensial menang. Sedangkan masih netral tapi tidak diundang, saya rasa akan kurang indah kalau akhirnya cuma milih-milih. Tapi ini cuma perasaan saya saja," kata Jumhur kepada wartawan di sela acara diskusi dan buka puasa Aliansi Nasionalis Indonesia bertajuk, "Menyoroti Aspirasi Kaum Buruh dan Agenda Kerakyatan Dalam Pilpres 2014", di Kantor DPP ANINDO Jalan Tebet Raya Jakarta Selatan, Kamis (1/8).

Namun demikian, sambung Jumhur, dirinya belum dapat memastikan apakah tanpa diundang dirinya akan tetap mencalonkan diri dalam konvensi partai berlambang bintang mercy tersebut. Pasalnya, panitia konvensi belum menentukan bagaimana ketentuan tata cara pelaksanaannya.


Akan tetapi, ketika ditanyakan apabila tata cara konvensi berlangsung secara terbuka, seperti yang dikatakan Ketua Umum PD Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)? Jumhut mengaku siap untuk memangku panji-panji kerakyatan. Jumhur konvensi dilakukan terbuka itu lebih ideal.

"Jadi saya belum bisa memutuskan apa-apa kalau ada keinginan tapi tidak dibuka peluang kan tidak bisa juga. Yang pasti saya bersama teman-teman akan terus bekerja, harapan teman-teman untuk katakanlah memanggul panji-panji kerakyatan, itu kan harapan bersama bukan harapan pribadi," ujarnya. [dem]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

UPDATE

Rano: Pendidikan Harus Memerdekakan Manusia

Jumat, 08 Mei 2026 | 00:05

Car Free Day di Rasuna Said Digelar Perdana 10 Mei

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:34

Kasus Pemukulan Waketum PSI Bro Ron Berujung Damai

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:12

Kali Kukuba di Halmahera Timur Diduga Tercemar Limbah PT FHT

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:00

Pemerintah Bebaskan Pajak Restrukturisasi BUMN

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:39

Negara Disebut Kehilangan Ratusan Triliun dari Bisnis Sawit

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:15

Akper Husada Naik Kelas Jadi STIKES

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:06

Dugaan Jual Beli Jabatan Pemkab Cianjur Bisa Rusak Meritokrasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 21:27

DPR Usul 1 Puskesmas Punya 1 Psikolog

Kamis, 07 Mei 2026 | 21:04

New Media Merasa Dicatut, DPR Minta Bakom Lebih Hati-hati

Kamis, 07 Mei 2026 | 20:50

Selengkapnya