Berita

PILWALKOT BOGOR

Jagoan PKS Kesandung Kasus Tirta Pakuan

KAMIS, 01 AGUSTUS 2013 | 04:32 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Pihak kepolisian melakukan penyidikan lebih lanjut terkait keterlibatan calon wakil wali kota Bogor yang diusung PKS, Aim Hermana, dalam kasus pnyelewengan rekrutmen direksi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM)  Tirta Pakuan, Bogor. Selaku Ketua Pansel rekrutmen, Aim Halim diduga menyelewengkan seleksi dan terindikasi telah terjadi tindak pidana.

Direktur Eksekutif Lembaga Bantuan Hukum Keadilan Bogor Raya (LBH KBR), Sugeng teguh Santoso mengakui, penyidikan dilandaskan pada laporan mereka. LBH KBR melaporkan kasus itu ke Bareskrim Mabes Polri dengan nomor LP/432/V/2013/Bareskrim, pada tanggal 27 Mei 2013. Bareskim Mabes Polri kemudian melimpahkan kasusnya ke Mapolda Jawa Barat.

"Meningkatnya status penyelidikan menjadi penyidikan dapat ditafsirkan bahwa dalam kasus itu terdapat indikasi terjadi tindak pidana," kata Sugeng ketika dihubungi wartawan kemarin.


Bahkan menurut Sugeng, dalam tahap penyidikan selain memanggil sejumlah orang, yakni Ir. Syaban Maulana, salah seorang Badan Pengawas PDAM dan H Wira Wiguna, Kepala Litbang dan PDE, penyidik juga akan memeriksa Wakil Walikota Bogor Aim Hermana.  

Sugeng mengatakan, pemeriksaan yang cukup menonjol adalah bahwa Untung Kurniadi tidak memenuhi syarat dari sisi syarat kompetensi air. Fakta terungkap bahwa pada saat penutupan pendaftaran seleksi pada 18 September 2012, dimana peserta seleksi  harus melampirkan persyaratan kompetensi air yang dibuktikan dengan ijazah atau sertifikat, Untung  baru melampirkan persyaratan tanggal 29 Nopember. Padahal seharusnya pada tahap pertama seleksi administratif dia sudah harus gugur. "Nah, itu kolusinya Pansel dengan Untung," jelas Sugeng.

Menurut Sugeng, dari dokumen daftar peserta yang beredar, nama Untung Kurniadi persayaratannya dari PT Bumi Surya Adi Lestari. Tapi ternyata berdasarkan dokumen-dokumen yang didapat dari Pansel, penyidik menemukan tidak ada PT Bumi Surya Adi lestari, yang ada PT Aneka Cipta.

"Opini saya dalam hal ini telah terjadi penghilangan barang bukti. Makanya penyidik harus segera menetapkan Pansel sebagai tersangka dan menahan pelakunya, ” paparnya.[dem]

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Dirgahayu Pandeglang ke-152, Gong Salaka!

Rabu, 01 April 2026 | 18:04

Klaim Nadiem Dipatahkan Jaksa: Rekomendasi JPN Tak Dilaksanakan

Rabu, 01 April 2026 | 18:03

Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Macet, Legislator Golkar Koordinasi dengan APH

Rabu, 01 April 2026 | 17:40

Pariwisata Harus Serap Banyak Tenaga Kerja Lokal

Rabu, 01 April 2026 | 17:24

Harta Gibran Tembus Rp 27,9 Miliar di LHKPN 2025

Rabu, 01 April 2026 | 17:03

Purbaya Pede Defisit APBN 2026 di Bawah 3 Persen

Rabu, 01 April 2026 | 17:00

Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi Sulit Dihindari

Rabu, 01 April 2026 | 16:51

Menaker Yassierli Imbau Swasta dan BUMN Terapkan WFH Sehari dalam Sepekan

Rabu, 01 April 2026 | 16:51

Selisih Harga BBM Nonsubsidi Ditanggung Pertamina

Rabu, 01 April 2026 | 16:44

Selengkapnya