Berita

Nusantara

Disinyalir Ada Intervensi, KPUD Tangerang Dilaporkan ke DKPP

SELASA, 30 JULI 2013 | 20:19 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Pasangan calon walikota dan calon wakil walikota Tangerang, Arief Wismansyah-Sachrudin melaporkan komisioner KPU Kota Tangerang ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), menyusul pencoretan kepesertaan mereka pada Pemilihan Kepala Daerah Kota Tangerang.

Arief menengarai keputusan KPU Kota Tangerang tentang penetapan pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Tangerang, adalah keputusan yang dilandasi oleh rekayasa politik dan permufakatan jahat dari pihak yang takut kalah.

"Alasan KPU Kota Tangerang sungguh janggal dan sarat muatan politis. Hasil penelitian kelengkapan administrasi bakal calon wali kota dan wakil kota diterbitkan 15 Juni 2013. Sachrudin dinyatakan memenuhi syarat tanpa ada keterangan apapun yang menandakan poin yang kemudian dijadikan alasan KPU Tangerang untuk tidak meloloskan pasangan Arief-Sachrudin tidak menjadi masalah," bebernya di ruang pengaduan DKPP, Gedung Bwasalu, Jalan MH. Thamrin Jakarta, Selasa (30/3).


Dia katakan hingga pleno penetapan calon pada 24 Juli lalu, Wali Kota Tangerang Wahidin Halim tetap tidak memberikan izin kepada Sachrudin untuk maju dalam Pilkada, padahal DPC Demokrat Kota Tangerang telah merekomendasikan Sachrudin mendampingi Arief Wismansyah sebagai calon wali kota dari Partai Demokrat. Sachrudin merupakan Sekda Kota Tangerang. Keengganan Wahidin Halim memberikan izin kepada Sachrudin ditengarai karena adik kandungnya, Abdul Syukur yang juga mencalonkan diri pada pemilukada didampingi Hilmi Fuad. Dengan demikian, KPUD Kota Tangerang hanya meloloskan tiga pasangan calon untuk berlaga dalam Piladaka Kota Tangerang yang akan digelar pada 31 Agustus 2013.
 
KPU Kota Tangerang, kata dia, sebagai wasit seharusnya dapat bertindakfair dan melihat permasalahan secara jernih serta objektif untuk mencari di mana letak permasalahan dan tidak merugikan hak konstitusi warga.

"Rekayasa untuk menjegal kami semakin menguat karena berdasarkan semua survei memperlihatkan keunggulan tingkat popularitas kami," ungkapnya.

Menurut Arief, keputusan KPU Kota Tangerang itu mendapat reaksi keras dari komponen masyarakat dan juga telah menimbulkan gejolak sosial dan politik di Tangerang.  Oleh sebab itu, dia meminta DKPP untuk melakukan pemeriksaan terhadap kejanggalan yang dilakukan KPU Kota Tangerang.

"DKPP diharapkan juga dapat mengambil tindakan tegas agar pesta demokrasi di Tangerang dapat berjalan sesuai dengan azasnya," harapnya. [dem]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Zero ODOL Sulit Diterapkan, DPR Ingatkan Risiko Inflasi di Sektor Logistik

Jumat, 10 April 2026 | 12:14

Catut Nama Pimpinan KPK, Komplotan Pegawai Gadungan Peras Anggota DPR

Jumat, 10 April 2026 | 11:51

Sentimen Perang Picu Spekulasi Logistik: Ancaman Baru bagi Stabilitas Pangan Nasional

Jumat, 10 April 2026 | 11:39

Komplotan Pegawai KPK Gadungan Dibongkar, 17.400 Dolar AS Disita dari Aksi Pemerasan

Jumat, 10 April 2026 | 11:28

DPR: Sejumlah Jalan Tol Cacat Sejak Awal Konstruksi

Jumat, 10 April 2026 | 11:16

Emas Antam Makin Mahal, Cek Daftarnya Hari Ini

Jumat, 10 April 2026 | 11:05

KPK-Polda Metro Tangkap 4 Pegawai Gadungan di Jakarta Barat

Jumat, 10 April 2026 | 11:03

Ini Kronologi Kasus Petral yang Menjerat Riza Chalid dan Enam Tersangka Lainnya

Jumat, 10 April 2026 | 10:53

Bulan Ini Prabowo Bakal Groundbreaking 21 Proyek Hilirisasi dan 29 Titik PSEL

Jumat, 10 April 2026 | 10:49

KPK Terapkan Skema Kerja BDR-BDK untuk Dukung Efisiensi Energi

Jumat, 10 April 2026 | 10:34

Selengkapnya