Berita

sby/rmol

Politik

SBY Prihatin Bencana Wai Ela

JUMAT, 26 JULI 2013 | 19:44 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono prihatin atas bencana jebolnya natural Dam Wai Ela di Desa Negeri Lima, Pulau Ambon, Kabupaten Maluku Tengah, kemarin siang sekitar pukul 12.00 WIT.

"Saya saat melaporkan bencana Wai Ela, maka Kepala Negara menyatakan keprihatinannya atas nasib anak bangsa Indonesia di Negeri Lima yang harus segera ditangani agar keluar dari periode panik ," kata Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Syamsul Maarif, kepada wartawan di Jakarta, Jumat (26/7).

Presiden, kata Syamsul, juga menginstruksikan segera memenuhi kebutuhan dasar masyarakat agar mereka pulih dari rasa trauma akibat jebolnya natarual Dam terbesar di Indonesia bahkan Asia itu.


"Jadi saya diminta menyampaikan keprihatinan Bapak Presiden kepada warga Negeri Lima yang juga sedang menunaikan Ibadah Puasa dengan harapan berbagai pihak berkompeten dikoordinir Gubernur Maluku, Karel Albert Ralahalu merealisasikan sejumlah program penanganan," ujar Syamsul.

Dia mengarahkan para pengungsi segera ditangani agar tidak larut dalam rasa trauma berkepanjangan dengan merealisasikan kegiatan pemulihan yang tergantung rencana, baik jangka pendek, menengah, dan panjang sebagaimana dikoordinasikan dengan gubernur.

"Saatnya merealisasikan progran pemulihan seperti persiapan lokasi untuk perumahan, sekolah, mushalla, Puskesmas, air bersih dan sanitasi dengan menanyakan masyarakat hendak kembali membangun rumah di bekas lahan mereka atau direlokasi," kata Syamsul.[dem]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Koperasi Harus Saling Berkolaborasi Perbesar Dampak Ekonomi

Jumat, 10 April 2026 | 22:20

Presiden Harus Ganti Gus Ipul Demi Sukses Muktamar NU

Jumat, 10 April 2026 | 22:14

Demonstran: MK Harus Jaga Marwah dan Jangan Takut Tekanan

Jumat, 10 April 2026 | 22:06

Pimpinan Baru Ombudsman RI Bertekad Kawal Asta Cita dan Perkuat Pengawasan Publik

Jumat, 10 April 2026 | 22:02

Teddy Bantah Isu RI Kaos, BBM Subsidi Tak Naik Jadi Bukti

Jumat, 10 April 2026 | 21:43

Breaking News: KPK OTT Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo

Jumat, 10 April 2026 | 21:38

Reshuffle Menteri Prabowo Jangan Tebang Pilih

Jumat, 10 April 2026 | 21:16

Dihantam Gelombang Mundur, PKN: Mati Satu Tumbuh Seribu

Jumat, 10 April 2026 | 21:02

Perlu Peraturan Pemerintah Baru Demi Lindungi 64 Juta UMKM di Era Digital

Jumat, 10 April 2026 | 20:48

TNI Digeber Lewat Bimtek Ketahanan Pangan

Jumat, 10 April 2026 | 20:44

Selengkapnya