Berita

Olahraga

Ahok Ancam Penjarakan PNS Punya Lapak di Pasar Tanah Abang

RABU, 24 JULI 2013 | 10:49 WIB | LAPORAN:

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama mengatakan akan memecat oknum pegawai negeri sipil (PNS) yang memiliki lapak di pasar Tanah Abang.

"Ya sesuai prosedurnya lah. Kalau saya sih saya pecat," jawab pria yang akrab disapa Ahok ini di Balaikota, Jakarta, Rabu (24/7).

Untuk itu, lanjut Ahok, sebelum memberikan sanksi pemecatan terhadap PNS harus dilakukan secara bertahap. Dia mengatakan telah menurunkan tim untuk memantau sejauh mana keterlibatan PNS di dalamnya.


Ahok mengakui, saat ini perseteruan antara PKL dan Pemprov layaknya film kartun Tom and Jerry. PKL yang sudah dipaksa masuk ke Blok G Tanah Abang, malah secara diam-diam kembali lagi berdagang di badan jalan hingga macet kembali tidak terurai. Ia justru mengendus ada oknum pejabat yang terlibat di balik aksi demo PKL Pasar Tanah Abang akhir-akhir ini. Karenanya para PKL yang berdemo akan direkam untuk dicek informasi bahwa mereka asli penduduk Jakarta atau hanya  massa bayaran oknum tertentu.

"Dengan cara Tom and Jerry ini kan bagus. Kita desak. Kita biarkan dia ribut. Nanti kan ketahuan biangnya. Yang demo teriak-teriak pakai tulisan kan kita videokan smua. Punya KTP DKI atau tidak, pedagang asli apa tidak. Jangan-jangan nggak punya toko dan dibayar orang," ujarnya.

Ahok mencurigai, selama ini PKL yang sering berdemo di Tanah Abang bukanlah PKL yang berasal dari Jakarta. Mereka adalah PKL yang berasal dari luar wilayah Jakarta. Namun, karena ditunggangi oleh oknum tertentu, aksi demo kerap kali berujung anarkis.

Padagang Tanah Abang yang asli yang udah berjuang setengah mati dagangannya sepi gara-gara disebut orang yang jual di jalanan. Udah bikin macet, menghancurkan ekonomi kita. PKL pendatang itu nggak bayar pajak loh," kata Ahok.[wid]

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

KPK Temukan Dokumen Pengurusan Perkara Lain di Rumah Ayah Iptu Setya Budi Dias

Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:18

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Boyamin Sebut Ada Dua Brankas Kosong di Rumah Febrie, Ini Respons Kejagung

Rabu, 12 Agustus 2026 | 11:14

UPDATE

DPR: Korporasi Penyebab Karhutla Harus Diberi Sanksi Berat

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 16:22

Pantau Karhutla Riau, Menteri Jumhur Diperlihatkan Inovasi Green Policing

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 15:22

Tanpa Masker, Prabowo Tinjau Langsung Karhutla di Kalbar

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 15:09

Sasar Ribuan Korban Gempa Nagekeo, BHS dan DLU Kirim Bantuan Logistik Hingga Mainan Edukatif

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:57

Karhutla Meluas hingga Permukiman Warga Banjarbaru

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:47

Segel 4 Lahan Konsesi, Menteri LH Bertolak ke Kalimantan Usai Pantau Karhutla Riau

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:29

Efek El Nino dan B50 Bikin Harga CPO Terbang ke Level Tertinggi

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:11

Kabut Asap Karhutla Makin Parah, Kabupaten Kotim Hentikan Sekolah Tatap Muka

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:40

Kalah Gugatan Privasi, Pangeran Harry Wajib Bayar Rp317 Miliar

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:24

Aliansi Mahasiswa DIY Soroti Ancaman Perampasan Ruang Hidup di Pracimantoro

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:12

Selengkapnya