Berita

Surahman Hidayat/net

Politik

PKS Usul M. Nuh Buat Pedoman MOS Nasional

SELASA, 23 JULI 2013 | 06:49 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Kekerasan yang kerap terjadi dalam kegiatan masa orientasi sekolah (MOS) perlu disikapi dengan serius agar tidak menjadi bom waktu.

Anggota Komisi X DPR, Surahman Hidayat menilai perlu dibuat pedoman MOS Nasional yang di dalamnya diatur mekanisme pelaksanaan MOS secara detail.

"Hal ini diperlukan agar pelaksanaan MOS tidak liar," ujar Surahman seperti dalam keterangan tertulis, Selasa (23/7).


Menurut politisi PKS ini, MOS seharusnya dijadikan sarana membuka pola fikir, pengenalan sekolah beserta lingkungannya dan membangun ukhuwah sesama keluarga besar sekolah dan kemitraan dalam mengukir prestasi-prestasi yang mengangkat reputasi sekolah. Bukan hanya sarana pengemblengan fisik semata.

"Jika sejak awal sekolah memiliki pedoman pelaksanaan MOS yang baik, niscaya tidak akan terjadi hal tersebut," terang Surahman.

Ketua Badan Kerjasama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI ini menambahkan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud)yang dipimpin Moh Nuh sangat mampu memfasilitasi untuk membuat pedoman MOS Nasional bagi lembaga pendidikan di Indonesia.

Tragedi meninggalnya siswa dalam kegiatan MOS kembali terjadi, kali ini adalah Aninda Puspita (16), warga Daleman, Gadingharjo, Sanden, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta yang meninggal dunia saat MOS di sekolahnya, SMK 1 Pandak Bantul, Jumat (19/7) sekitar pukul 16.10 WIB. Sebelum peristiwa tragis tersebut terjadi, Aninda sempat dihukum squat jump (skot jam) karena dinilai melakukan pelanggaran peraturan peserta MOS. Risky Sandi, salah satu panitia MOS. [rus]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

JK Bukan Pelaku Penista Agama

Rabu, 22 April 2026 | 04:11

Gaya Koruptor Sorong Beda dengan Indonesia Barat

Rabu, 22 April 2026 | 03:37

GoSend Rilis Fitur Kode Terima Paket

Rabu, 22 April 2026 | 03:13

Disita Aset Rp2 Miliar dari Safe Deposit Box Pejabat Bea Cukai

Rabu, 22 April 2026 | 03:00

Rano Tekankan Integritas CPNS Menuju Jakarta Kota Global

Rabu, 22 April 2026 | 02:24

Pegawai BUMN Dituntut Tangkal Narasi Negatif terhadap Pemerintah

Rabu, 22 April 2026 | 02:09

Ibrahim Arief Merasa Jadi Kambing Hitam Kasus Chromebook

Rabu, 22 April 2026 | 02:00

Keluarga Nadiem Adukan Dugaan Kejanggalan Kasus Chromebook ke DPR

Rabu, 22 April 2026 | 01:22

Fahira Idris: Perempuan Jadi Tumpuan Indonesia Maju 2045

Rabu, 22 April 2026 | 01:07

Dony Oskaria: Swasembada Pangan Nyata Bukan Hoaks

Rabu, 22 April 2026 | 01:03

Selengkapnya