Berita

ilustrasi/net

SmartQuran, Cara Cerdas Berinteraksi dengan Al Quran

SENIN, 22 JULI 2013 | 20:23 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang amat pesat, telah memungkinkan terciptanya cara baru membaca dan memahami al Quran. Dengan bantuan aplikasi khusus, SmartQuran memenuhi kebutuhan masyarakat dalam memahami al Quran yang didukung berbagai referensi ilmu agama dengan murah, komprehensif, praktis, dan mudah.
 
"Kesadaran beragama Islam di Indonesia kian lama kian menggembirakan. Kita lihat pengajian dan majelis-majelis taklim/dzikir dibanjiri peserta dengan berbagai latar belakang pendidikan, sosial, dan ekonomi. Harus ada dukungan pengadaan referensi ilmu agama yang murah, komprehensif, dan praktis untuk menunjang besarnya ghirah masyarakat dalam berislam. Alhamdulillah, dengan izin dan karunia Allah, kami membuat SmartQuran guna memenuhi kebutuhan tersebut," papar ustadz Haikal Hassan, salah seorang pelopor SmartQuran, kepada wartawan, di Jakarta, Senin (22/7).

Menurut cendekiawan muda Islam ini, SmartQuran bukanlah Al Quran digital, bukan pula Al Quran cetakan (mushaf) biasa. SmartQuran adalah sistem pelayanan  baru untuk berinteraksi dengan kalam Allah SWT. Pada mushaf SmartQuran terdapat QR-Code di setiap akhir ayatnya yang memudahkan akses ke banyak sumber ilmu agama secara mudah dan praktis.


SmartQuran adalah mushaf Al-Quran plus yang dilengkapi aplikasi smartphone agar masyarakat umum mampu mengakses khazanah pemaknaan Al-Quran yang sangat luas. Hal ini dimungkinkan karena SmartQuran mengusung inovasi berbasis teknologi internet dan smartphone.  Dengan memindai QR-Code pada akhir setiap ayat di mushaf SmartQuran, pembaca dapat menggali khazanah wahyu yang sangat luas dan dalam.

"Sedikitnya ada tujuh kemudahan pada SmartQuran edisi perdana. Yaitu, terjemah Kemendag eidis terbaru (2010), terjemah ke dalam bahasa Inggris, asbabun nuzul, tafsir Al-Muyassar, tafsir Jalalain, statistika per ayat, dan bacaan murotal per ayat. SmartQuran merupakan mushaf Al-Quran pertama di dunia yang mampu berinteraksi dengan smartphone dan internet. Sebagai bentuk rasa syukur, penerbit SmartQuran PT Ahada Imaji Qreanova memberikan royalti 10% atas penjualan SmartQuran untuk pengembangan dakwah terkait Al-Quran," ujar Haikal.

Syarif Niskala, seorang pelopor SmartQuran lainnya menjelaskan, SmartQuran diperkaya dengan 25.464 konten teks, 6.236 konten audio, dan 12.464 konten angka. Dengan kandungan seperti itu, produk ini sangat membantu pembacanya dalam menjelajahi lautan hikmah dan pesan ayat Al-Quran semudah menekan tombol. Setiap saat dapat membaca puluhan ribu tafsir ayat cukup di smartphone Anda.

Dia menambahkan, teknologi yang diusung juga SmartQuran memungkinkan pembacanya berbagi kepada pihak lain dengan cara memosting terjemah Al-Quran ke Twitter dan Facebook. Pengguna Cuma perlu membeli mushaf SmartQuran. Sedangkan semua konten dan keunggulannya gratis seumur hidup.

Untuk menikmati berbagai keunggulan tersebut, pengguna hanya perlu melakukan beberapa tahapan mudah. Pertama, unduh dan install aplikasi SmartQuran di Play Store (Android) atau BlackBerry World. Gunakan key word “smartquran”.  Kedua, lakukan registrasi via aplikasi (user name, email, nomor hp). Ketiga, miliki mushaf SmartQuran. Keempat, pindai QR-Code aktivasi pada bagian belakang cover mushaf. Kelima, pindai QR-Code pada ujung ayat untuk mengetahui 7 kebaikan yang disiapkan SmartQuran.

Sementara itu, smartphone yang digunakan harus memenuhi persyaratan memiliki kamera 5 mega pixel ke atas (fitur autofokus, lebih baik) dan mampu terkoneksi ke internet. Jika OS Android, minimal Ginger bread (2.3). Dan untuk OS BlackBerry, minimal versi 5. Sedangkan Aplikasi SmartQuran untuk smartphone OS BB 10, Apple, dan Windows phone sedang dalam proses dikembangkan dan diharapkan selesai dalam waktu dekat ini.[dem]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Berpeluang Kalah, Wajar Pengacara Profesional Menolak Bela Jokowi

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:47

Dianggap Sakit Jiwa, Ini Jawaban KPK Soal Tuntutan Ringan Bos Blueray

Jumat, 26 Juni 2026 | 14:45

UPDATE

Prabowo Tindak Lanjuti Usulan Tambah Beasiswa S3 bagi Dosen

Minggu, 28 Juni 2026 | 16:09

Panitia Ogah Disusupi Politik, Jokowi Batal Ikut Kirab Budaya di Lampung Timur

Minggu, 28 Juni 2026 | 16:06

Sekolah Rakyat Bogor Padukan Panorama Alam dan Fasilitas Pendidikan Modern

Minggu, 28 Juni 2026 | 15:43

400 Lajang Ikut Golek Garwo, Kemenag Dorong Lahirnya Keluarga Sakinah

Minggu, 28 Juni 2026 | 15:35

Dana SAL Kemenkeu Perkuat Likuiditas dan Intermediasi Bank Mandiri

Minggu, 28 Juni 2026 | 15:29

Prabowo Target Pangkas BUMN dari 1.000 Jadi 250 Perusahaan

Minggu, 28 Juni 2026 | 14:47

Safari Politik Jokowi Bareng PSI Picu Sorotan

Minggu, 28 Juni 2026 | 14:28

Daftar 32 Tim yang Lolos Piala Dunia 2026, Lajut Fase gugur

Minggu, 28 Juni 2026 | 14:16

Australia Gandakan Denda Platform Medsos Nakal hingga Rp1 Triliun

Minggu, 28 Juni 2026 | 14:06

Membaca Sinyal di Balik Ritual Jokowi Injak Kepala Kerbau di Lampung

Minggu, 28 Juni 2026 | 13:56

Selengkapnya