Berita

hatta rajasa/net

Hatta Rajasa: Masyarakat Butuh Harga Daging yang Lebih Murah

Pedagang Jangan Tolak Daging Sapi Impor
JUMAT, 19 JULI 2013 | 10:52 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa meminta pedagang daging sapi tidak meniru pola rente alias hanya memikirkan keuntungan besar. Dia juga mengimbau pedagang sapi tidak menolak operasi pasar daging sapi impor oleh Badan Urusan Logistik (Bulog).

Demikian disampaikan Hatta menanggapi adanya pedagang yang menolak daging impor, di Jakarta kemarin (Kamis (18/7).

"Pikirkan juga kesulitan masyarakat, jangan hanya mau untung banyak," ujar Hatta seperti dikutip dari laman resmi Seketaris Kabinet RI.


Menteri Hatta menyayangkan sikap pedagang yang menolak daging Bulog. Penolakan para pedagang ini meurutnya akan membuat harga daging tetap mahal.

"Saat ini, masyarakat membutuhkan harga daging yang lebih murah, masyarakat juga pasti mau membeli kalau harganya relatif terjangkau," kata Ketua Umum PAN ini.

Bulog sudah mendistrubusikan daging sapi impor Australia dan Selandia Baru ke pasar, sehingga diharapkan harga daging sapi turun menjadi rata-rata Rp 75.000 per kilogram dari harga saat ini berkisar Rp 95.000 - Rp 100.000 per kilogram, khususnya untuk wilayah Jabodetabek.

Dalam melakukan distribusi Bulog bekerja sama dengan Asosiasi Pedagang Daging Indonesia dan Asosiasi Distributor Daging Indonesia dengan menyalurkan antara lain; ke Pasar Induk Kramat Jati, Pasar Jatinegara, dan Pasar Minggu. Jakarta. Namun untuk Pasar Senen, Jakarta, distribusi daging impor  jutsru mendapatkan penolakan dari sejumlah pedagang. Alasanya, mereka masih memiliki stok. [rsn]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

JK Bukan Pelaku Penista Agama

Rabu, 22 April 2026 | 04:11

Gaya Koruptor Sorong Beda dengan Indonesia Barat

Rabu, 22 April 2026 | 03:37

GoSend Rilis Fitur Kode Terima Paket

Rabu, 22 April 2026 | 03:13

Disita Aset Rp2 Miliar dari Safe Deposit Box Pejabat Bea Cukai

Rabu, 22 April 2026 | 03:00

Rano Tekankan Integritas CPNS Menuju Jakarta Kota Global

Rabu, 22 April 2026 | 02:24

Pegawai BUMN Dituntut Tangkal Narasi Negatif terhadap Pemerintah

Rabu, 22 April 2026 | 02:09

Ibrahim Arief Merasa Jadi Kambing Hitam Kasus Chromebook

Rabu, 22 April 2026 | 02:00

Keluarga Nadiem Adukan Dugaan Kejanggalan Kasus Chromebook ke DPR

Rabu, 22 April 2026 | 01:22

Fahira Idris: Perempuan Jadi Tumpuan Indonesia Maju 2045

Rabu, 22 April 2026 | 01:07

Dony Oskaria: Swasembada Pangan Nyata Bukan Hoaks

Rabu, 22 April 2026 | 01:03

Selengkapnya